Erabaru.net. Saat Liburan musim panas, banyak para orangtua di Taiwan yang memanfaatkan dua bulan liburan itu dengan mengajak buah hati mereka bermain di luar, terutama ke Green Island, Penghu, dan pulau-pulau lepas pantai Taiwan yang merupakan tempat wisata populer.

Tapi musim panas yang terik ini sebenarnya banyak bahaya yang tersembunyi.

Beberapa waktu lalu, seorang bocah laki-laki usia 5 tahun dari Kaohsiung, rekreasi bersama dengan kakek-nenek dan keluarganya ke Pulau Penghu.

Ketika itu saat masih pagi si bocah dan kakek-neneknya naik speed boat dari Makung ke Pulau Chimei dan Pulau Wangan.

Mereka mengakhiri perjalanan wisata di Pulau Chimei sekitar jam 11:00 siang waktu setempat, dan melanjutkan wisata ke Pulau Wangan.

Namun tak disangka, setelah mengakhiri perjalanan dari Pulau Chimei lantas menuju ke Pulau Wangan, kurang dari dua menit saat tiba di darat, tiba-tiba saja bocah itu muntah-muntah.

Melihat gelagat itu, awak kapal segera membawanya kembali ke Pulau Chimei, hingga akhirnya bocah itu pingsan sesampainya di dermaga Pulau Chimei.

Setelah penyelamatan darurat di klinik Pulau Chimei sekitar jam 15:17 waktu setempat, kemudian dialihkan lagi ke Pulau Magong, dan langsung dilarikan ke Tri-Service General Hospital, Penghu.

Tapi , nyawa anak itu tak tertolong, pada sekitar jam 17:14 sore dinyatakan meninggal.

Departemen Kesehatan di Penghu County mengatakan, tenggorokan bocah bermarga Lin itu tampak bengkak ketika dibawa ke rumah sakit.

Sekilas tampak seperti gejala flu, dan sekujur badannya juga panas (demam), kehilangan kesadaran, dengan suhu tubuh hingga 38,5 derajat, diduga mengalami kondisi Heat Exhaustion (kelelahan karena panas).

Kematian tragis si bocah itu mendapat perhatian luas media-media di Taiwan, dan memicu komentar dari para netizens :

“Selama suhu di luar ruangan melebihi 38 derajat, sebaiknya tidak bepergian.” Baru usia 5 tahun dan dalam keadaan demam juga masih diajak rekreasi/bermain di cuaca yang panas.” “Apa orangtuanya tidak memperhatikan kondisi anaknya ?”tulis netizen.

Saat terjadi gejala kelelahan karena panas biasanya banyak berkeringat, dengan gejala muka pucat, lelah, sakit kepala, pusing, mual, muntah, kehilangan kesadaran dan gejala lainnya.

Jika mendadak terjadi kelelahan karena panas, harus secepatnya membaringkan penderita itu ke ruang dengan sirkulasi udara terbuka, dan menjaga kehangatan dengan tambahkan cairan secukupnya..

Ilustrasi.

Pakar terkait menghimbau kepala keluarga agar lebih memperhatikan kondisi fisik anak-anak saat akan bepergian.

Jika kondisi fisik anak yang masih di bawah umur merasa tidak nyaman, sebaiknya jangan memaksakannya untuk bermain di luar.

Selain itu juga dihimbau perbanyaklah minum air saat musim panas, untuk mencegah gejala kelelahan panas karena hilangnya cairan tubuh..

Cuaca belakangan ini memang panas dan terik, dihimbau jangan anggap sepele Heat stroke (kondisi dimana suhu tubuh dapat mencapai lebih dari 40°C atau lebih) atau gejala Heat Exhaustion- kelelahan karena panas ini! (jhn/yant)

Sumber: beautieslife

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular