Erabaru.net. Berapa ukuran kebugaran orangtua untuk membesarkan anak mereka sendiri? Dan siapa yang punya hak untuk menentukan itu?

Karena IQ rendah, pasangan orangtua di Oregon ini dianggap tidak layak untuk membesarkan bayi mereka.

Amy Fabbrini, 31, dan Eric Ziegler, 38, telah mencoba membuktikan ke negara bagian Oregon selama hampir empat tahun bahwa mereka layak untuk membesarkan anak-anak mereka, meskipun IQ mereka rendah, menurut The Oregonian .

Pasangan ini mengikuti tes IQ yang wajib dilakukan oleh seluruh orangtua di Oregon, dengan hasil menunjukkan Ziegler di posisi 66 dan Fabbrini di posisi 72.

(Foto : GoFundMe)

IQ rata-rata orangtua yang diperbolehkan merawat anak-anak mereka berkisar antara 90 dan 110.

Dengan skor 66, Ziegler tergolong kategori “cacat intelektual” ringan, sementara Fabbrini berada dalam kategori “sangat rendah sampai batas jangkauan kategori intelijensia”.

(Foto : Facebook | Amy Fabbrini)

Tidak ada pelecehan atau kelalaian untuk dilaporkan, namun dengan nilai IQ rendah mereka, the Department of Human Services menyita anak mereka, karena menganggap bahwa mereka memiliki kemampuan kognitif terbatas untuk merawat anak-anak mereka.

(Foto : Facebook | Amy Fabbrini)

Mereka pertama kali kehilangan hak asuh putra sulung mereka, Christopher, tak lama setelah dia lahir.

Hampir enam bulan yang lalu, anak kedua mereka, Hunter, dibawa ke rumah sakit.

Keduanya sekarang telah ditempatkan dalam pengasuhan dengan hak kunjungan yang diawasi bagi orangtua mereka.

(Foto : Facebook | Amy Fabbrini)

Salah satu kerabat pasangan tersebut telah menghubungi pihak berwenang yang mengungkapkan keprihatinannya tentang laporan kesejahteraan Christopher.

Laporan tersebut mengklaim bahwa Ziegler telah “tidur dengan bayi di lantai dan hampir menindihinya.”

Sementara itu, ayah Fabbrini mengatakan bahwa dia percaya putrinya tidak memiliki “naluri untuk menjadi seorang ibu.”

(Foto : Facebook | Amy Fabbrini)

Di sisi lain, Sherrene Hagenbach, anggota Healthy Families of the High Deserti, telah menganjurkan hak pasangan tersebut untuk membesarkan anak-anak mereka sendiri.

(Foto : Facebook | Amy Fabbrini)

“Mereka mengatakan bahwa mereka secara intelektual tidak mampu untuk mengasuh anak-anak mereka,” kata Hagenbach. “Mereka mengatakan bahwa penyedia asuhan ini lebih baik untuk anak, karena dia bisa memberi lebih banyak perhatian, memberikan pendidikan yang lebih baik, hal-hal seperti itu.

“Jika semua orang ingin membesarkan anak, tampaknya harus orang-orang seperti Bill Gates yang hanya bisa mengasuh anak-anak saya. Selalu ada seseorang yang lebih baik dari kita, jadi ini adalah posisi yang sangat berbahaya untuk dilakukan.”

(Foto : Facebook | Amy Fabbrini)

Bibi Fabbrini tidak mengerti keputusan pihak berwenang.

“Sejujurnya saya tidak mengerti mengapa mereka tidak bisa merawat anak mereka sendiri,” katanya.

“Saya pergi ke toko bahan makanan dan saya melihat orang lain bersama anak-anak mereka dan mereka berdiri di kereta belanja … dan saya pikir, bagaimana mereka bisa menjaga anak-anak mereka dengan cara seperti itu?

“Bagaimana mereka memutuskan anak siapa yang akan mereka ambil dan anak siapa yang bisa tinggal?”

(Foto : Facebook | Amy Fabbrini)

Pasangan itu mengungkapkan frustrasinya sendiri atas masalah ini.

“Kami baru saja melakukan segalanya, bahkan lebih dari yang mereka minta,” kata sang ibu.

(Foto : Facebook | Amy Fabbrini)

Ziegler menambahkan: “Sepertinya tidak cukup baik untuk mereka … Mereka berkata, ‘Siapa yang lebih baik menjadi orangtua Christopher, orang tua asuh atau orang tua kandungnya yang bodoh?’ Pada dasarnya apa yang mereka lakukan benar-benar membuat kami frustasi.”(intan/yant)

Sumber: ntd.tv

Share

Video Popular