Erabaru.net. Wanita Inggris yang baik hati ini menyelamatkan landak pertamanya sepuluh tahun silam dengan kondisinya yang cukup memprihatinkan. Ia pun berusaha untuk menyembuhkannya, dan dia merasa “sangat senang” saat mengetahui bahwa landaknya berhasil sembuh.

Karena keberhasilannya itu, Ia pun terinspirasi untuk mendirikan pusat penyelamatan landak di rumahnya. Sekarang dia telah menyelamatkan lebih dari 700 landak setiap tahunnya.

Gill Lucraft, seorang web developer dan penyayang binatang di Thatcham, Inggris, menemukan seekor landak kecil di halaman belakang rumahnya, yang tampaknya sangat membutuhkan bantuan.

Dia dan seorang relawan merawat landak itu sepanjang musim dingin, dan kegembiraan mereka muncul setelah landak tersebut pulih pada musim semi.

“Semuanya berawal dari sana,” kata Lucraft dari Berkshire, Inggris, kepada Barcroft Animals .

“Enam bulan kemudian, kami menemukan bayi landak lagi. Kami sempat membawanya ke tempat penampungan hewan sejenak, namun mereka menolak untuk merawatnya. Kemudian kami memutuskan bahwa kami mungkin bisa melakukannya sendiri. Begitulah Hedgehog Bottom, rumah penampungan bagi para landak yang kami rawat terbentuk.”

(Foto : Screenshot | Barcroft Animal )
(Foto : Screenshot | Barcroft Animal )

“Tahun pertama kami memiliki tiga landak di musim dingin. Tahun berikutnya kami memiliki enam ekor dan kemudian mencapai 80 ekor, dan kemudian mencapai 150 ekor. Sekarang kami memiliki lebih dari dua ratus ekor landak selama musim dingin.”

Karena perubahan iklim, bayi landak yang terlahir lebih lemah dari biasanya. Mereka juga terlahir tanpa lemak tubuh, sehingga mereka juga kesulitan untuk bertahan hidup dan beraktivitas selain berhibernasi.

“Mereka harus memiliki berat badan minimal 600gr untuk membuat mereka bisa melewati hari-hari di musim dingin, apalagi mereka kehilangan sepertiga dari berat badan mereka dalam hibernasi,” kata Lucraft.

“Kami telah kehilangan 50% populasi landak dalam sepuluh tahun terakhir, dan landak yang kami temukan kebanyakan hanya memiliki berat badan di bawah 600gr.”

(Foto : Screenshot | Barcroft Animal )
(Foto : Screenshot | Barcroft Animal )
(Foto : Screenshot | Barcroft Animal )

Hewan-hewan Inggris ikonik ini hampir memenuhi seluruh rumah dan menyita seluruh waktu Lucraft.

Ia dan pembantu sukarelawannya merawat landak bayi dari bulan Februari sampai November, memberi mereka makan setiap dua jam, dari jam 6:00 pagi sampai 2:00 pagi.

(Foto : Screenshot | Barcroft Animal )
(Foto : Screenshot | Barcroft Animal )
(Foto : Screenshot | Barcroft Animal )

“Kami mulai memberi makan bayi biasanya setiap dua jam sekali, dari pukul enam pagi sampai pukul dua dini hari. Benar-benar usaha yang tak mudah dijalani dan menyita banyak waktu.”

(Foto : Screenshot | Barcroft Animal )

Lucraft mengatakan jumlah landak di Inggris mengalami penurunan tajam.

Dia berharap agar banyak orang mencoba melakukan yang terbaik untuk membantu menjaga kelestarian makhluk ini.

Namun mereka tidak merekomendasikan masyarakat untuk mendirikan pusat penyelamatan mereka sendiri di rumah, apalagi tanpa pengawasan dari pihak terkait.

(Foto : Screenshot | Barcroft Animal )

“Jika orang ingin mendirikan penampungan landak mereka sendiri, hal pertama yang saya katakan adalah, jangan! Ini adalah sebuah tantangan yang tajam dan sulit untuk ditaklukkan. Anda akan mulai merawat seekor, lalu bertambah lagi, bertambah lagi hingga Anda kehilangan hidup Anda sepenuhnya!” ujarnya.

(Foto : Screenshot | Barcroft Animal )
(Foto : Screenshot | Barcroft Animal )

“Pada dasarnya hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menemukan penyelamat lain yang bersedia bekerja sama dengan Anda dalam mengurus landak, karena jika Anda memulai sendiri, Anda akan mendapati kesulitan merawat landak dengan benar, dan hanya menghabiskan banyak uang. Lebih baik percayakan kepada para ahli yang telah terbiasa merawat landak. ”

Meskipun mereka bukan termasuk spesies yang terancam punah, inilah yang dikatakan Lucraft tentang landak yang menjadi bagian ikon satwa liar Inggris ini.

(Foto : Screenshot | Barcroft Animal )

“Mereka saat ini belum masuk dalam daftar spesies yang terancam punah, namun jumlah mereka mengalami penurunan yang parah. Kami berharap, semakin banyak yang bisa kami lakukan untuk membantu mereka, pasti akan menjadi lebih baik.”(intan/yant)

Sumber: ntd.tv

Share

Video Popular