Erabaru.net. Lin Xue yang kini berusia 30 tahun, memiliki keluarga yang harmonis, pekerjaan yang stabil.

Tapi tidak tahunya dia adalah anak yatim.

Dia yang sekarang memiliki kehidupan yang bahagia tidak pernah melupakan kebaikan dari sesosok orang budiman yang telah dicarinya selama ini

Lin Xue dibesarkan di sebuah panti asuhan tua, yang jauh terpencil di pedesaan.

Anak-anak yatim yang dirawat dan dibesarkan disana adalah anak-anak yang dicampakkan orang tuanya, atau anak-anak jalanan.

Ada puluhan anak yang dirawat di panti itu, sekarang tinggal 9 anak setelah dikurangi anak-anak yang usianya jauh lebih besar.

Anak-anak di panti dirawat seorang kepala panti asuhan dan dua perawat.

ILUSTRASI. (Internet)

Tapi dikarenakan lokasinya yang terpencil di pedesaan, sehingga tidak diketahui orang luar.

Karena itu tidak mendapatkan dana subsidi, sebagian besar sandang pangan disumbangkan atas kehendak masing-masing penduduk desa yang dermawan.

Tapi semua ini hanya bisa bertahan sementara. Sementara untuk kelanjutan hidup panti tersebut berasal dari kantong kepala panti sendiri.

Dan meski begitu, masih belum bisa memecahkan banyak masalah, misalnya sekolah adalah masalah besar yang harus dicari solusinya. .

Namun, suatu hari dan seterusnya, panti asuhan mendapatkan sumbangan tanpa nama.

Si pendonor yang tidak bersedia mengungkapkan identitasnya itu langsung pergi begitu menyerahkan sumbangannya.

Kini panti asuhan itu seperti disirami air hujan setelah sekian lama ‘gersang’.

Setelah dikurangi biaya hidup sehari-hari, anak-anak sekarang bisa sekolah dari sumbangan anonim itu.

Kepala panti sering mendidik anak-anaknya agar membalas budi siapa pun meski hanya berkah setetes darinya, harus selalu ingat budi orang.

Wejangan dari kepala pantinya ini, meresap ke dalam sanubari Lin Xue hingga tertanam sebutir bibit kebaikan berbudi.

Lin Xue yang dirawat di panti itu pernah kembali ke sana, namun, kepala panti yang dulu sering memberikan wejangan itu kini telah pergi.

Dari kepala panti sekarang, Lin Xue mendapat kabar kalau pendonor panti ketika itu tidak meninggalkan namanya, jadi ia pun tidak tahu sama sekali mengenai si pendonor yang baik hati itu.

Tapi, Lin Xue tidak menyerah begitu saja, dia meminta bantuan teman-temannya dan mencari sendiri serta mencarinya melalui internet.

Selama 6 tahun pencariannya itu, Lin Xue pun telah berumah tangga.

Dan mungkin berkat campur tangan Tuhan, akhirnya pada suatu hari, Lin Xue yang tak pernah putus asa ini pun berhasil menemukan sosok budiman itu.

Ternyata penyumbang itu seorang perempuan bernama Zhang Lian-ying, seorang pengusaha.

Ketika itu, entah dari mana ia tahu mengenai panti asuhan itu, lalu ia melihat-liha sejenak panti tersebut.

Memang sangat memperihatinkan. Fasilitas yang sederhana pun bahkan tidak ada, kemudian ia pun mendiskusikan bersama suaminya mengenai donasi untuk panti tersebut.

Kemudian menitipkan sumbangan anonim itu pada seseorang, karena ia tak berniat mendapatkan balasan budi apa pun.

Hari itu, sambil membawa sekeranjang buah-buahan, Lin Xue mengunjungi sang dermawan.

Berdasarkan alamat yang didapatnya, tak lama kemudian Lin Xue menemukan tempat tinggal si dermawan.

Tempat tinggal si dermawan yang dikunjunginya itu adalah sebuah rumah tua.

Lin Xue mengetuk pintu beberapa kali, tak lama kemudian terdengar “derit” pintu yang terbuka.

Share

Video Popular