Erabaru.net. Sebuah kelompok penyelamatan laut mengecam aksi wisatawan yang memotret bayi lumba-lumba di perairan dangkal di pantai di Spanyol.

Aksi ini menyebabkan tekanan yang ekstrim pada bayi mamalia laut ini, yang berujung pada kematiannya.

(Foto : Getty Images | Fotografi Zu Sanchez)

Pada 11 Agustus lalu, seekor bayi lumba-lumba mati setelah turis menariknya ke perairan dangkal dan mulai memotretnya di Pantai Mojacar.

Para pengunjung pantai menduga bayi ini kehilangan induknya dan terdampar di perairan dangkal.

Foto juga menunjukkan anak-anak sedang memegangi bayi lumba-lumba di atas air,  dan tanpa sadar menutup lubang hidungnya.

(Foto : Facebook | Equinac)

Ketika ahli konservasi laut dari Equinac bergegas ke pantai 15 menit setelah menerima telepon dari saksi mata, lumba-lumba itu sudah mati.

Kelompok tersebut memposting cerita ini di halaman Facebook mereka dan mengecam orang-orang yang “terobsesi” untuk memotret mamalia laut ini.

“Sekali lagi kita menemukan bahwa manusia adalah spesies paling irasional yang ada. Banyak dari mereka yang tidak dapat merasakan empati kepada makhluk hidup yang hidup sendirian, selalu merasa kelaparan, kehilangan induknya dan ketakutan karena kerumunan manusia. Karena keegoisan Anda yang hanya ingin memotret dan menyentuhnya, bisa membuat hewan itu bisa stres,” tulis kelompok tersebut.

(Foto : Facebook | Equinac)

“Hewan itu menurut oleh mereka yang ingin memotret dan menyentuhnya. Foto-foto itu menunjukkan mereka menyentuh binatang itu di luar air, dan tanpa sengaja menutupi jalur pernapasannya.

“ Dia bukanlah binatang untuk mainan anak-anak atau orang dewasa. Dia, sama seperti kita, adalah makhluk hidup yang memiliki hak untuk hidup dengan baik,” tulis kelompok tersebut di postingan lain .

“Cetacea adalah hewan yang sangat rentan terhadap stres… Namun, para manusia tertarik untuk memotret dan menyentuhnya sehingga menimbulkan kejutan kuat bagi bayi lumba-lumba. Tak heran ia mengalami kegagalan kardiorespirasi, dan akhirnya mati,” lanjut kelompok tersebut.

“Kami tidak mengatakan bahwa pihak penjaga dan pemilik pantai bertanggung jawab untuk kasus terdamparnya lumba-lumba di Pantai Mojacar. Ia bisa terdampar karena sakit atau karena kehilangan induknya.

“Tapi kerumunan manusia mengelilinginya untuk berfoto bersama. Ironisnya, mereka menyentuk lubang pernapasan lumba-lumba, dimana tentu saja menyebabkan hewan ini menjadi sangat stres,” tambah kelompok tersebut.

Equinac juga menekankan bahwa para pengunjung lain seharusnya menghubungi layanan darurat saat melihat bayi lumba-lumba ini disiksa begitu saja, dan menambahkan, “Jika kita tidak dapat menyelamatkannya, setidaknya kita sudah berusaha untuk mencobanya.”(intan/yant)

Sumber: ntd.tv

Share

Video Popular