- Erabaru - http://www.erabaru.net -

(Inspiratif) Walaupun Harus Kehilangan Kaki dan Tangan, Tentara Veteran Ini Berhasil Masuk ke Sekolah Kedokteran Harvard dan Menjadi Dokter ‘Terbaik’

Erabaru.net. Pengalaman mengerikan di Afghanistan membuat tentara veteran Angkatan Darat Amerika Serikat ini harus kehilangan kaki dan sebagian lengan kanannya.

Tapi, itu tidak menghalanginya untuk mencapai mimpinya masuk ke Sekolah Kedokteran Harvard, agar bisa mewujudkan cita-citanya menjadi dokter.

Pada Mei, 2011, saat Kapten Greg Galeazzi melakukan patroli pagi rutin dengan tim peletonnya di Afghanistan.

Tiba-tiba, sebuah bom pinggir jalan meledak, saat Greg menceritakan kepada CNN.

Bom peledak itu melukai kedua kakinya, dan membiarkan lengan kanannya menggantung di bawah siku.

Peristiwa ini terjadi tepat sebulan sebelum dia kembali ke rumahnya di AS.

Enam tahun kemudian, pada 2017, meski mengalami cobaan traumatis, tentara veteran Angkatan Darat yang terluka ini masih bisa berdiri tegak.

Kini, mereka mengenakan mantel putih di “Sekolah Kedokteran Harvard”, karena ia ingin memenuhi mimpinya untuk berhasil masuk ke institusi bergengsi itu dan menjadi dokter.

[1]
Sumber: Facebook | Michael Koenigs

Setelah mendapatkan luka parahnya dari perang Afghanistan, Greg menjalani lebih dari 50 operasi dan terapi fisik selama ratusan jam.

Tapi, dia menolak untuk berkecil hati. Setelah berhasil melewati tahap itu, dia bertekad untuk memenuhi mimpinya menjadi seorang dokter.

[2]
© YouTube Screenshot | ABC News

“Saya tidak hanya ingin fokus menjalani pengobatan, tapi juga ingin memperkuat tekad saya untuk melakukannya,” kata Greg kepada ABC News.

Dengan tekad yang kuat, dia berhasil menyelesaikan lebih dari 18 kursus pra-medis di Universitas Maryland dalam dua tahun.

Selain itu, ia menghabiskan enam bulan mempersiapkan ujian masuk Tes Masuk Sekolah Kedokteran (MCAT).

[3]
© YouTube Screenshot | ABC News

Setelah melewati MCAT, dia mendaftarkan diri ke 19 sekolah kedokteran di wilayah pantai timur AS. Dan, dia berhasil diterima di Sekolah Kedokteran Harvard.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa saya diterima di institusi kedokteran ternama, dan telah memulai kuliah di Sekolah Kedokteran Harvard!” tulis Greg dalam sebuah postingan blog.

[4]
© YouTube Screenshot | ABC News

Greg adalah satu-satunya siswa disabilitas di kelasnya yang terdiri dari 165 siswa. Program ini akan berjalan selama empat tahun.

“Jika Anda (seperti orang lain yang saya ajak bicara) bertanya-tanya jenis dokter yang saya inginkan, jawaban saya adalah dokter terbaik,” tulisnya di blognya.

Greg juga berencana untuk melamar tunangannya, Jazmine Romero, yang ia temui selama kelas pra-medisnya tahun depan.

“Meskipun saya telah melalui perjalanan ini, semangat saya tidak hilang, dan menyadari betapa luar biasanya perjalanan ini,” katanya.

[5]
© YouTube Screenshot | ABC News

Meski Greg beruntung masih bisa bertahan hidup, dia juga belajar sebuah pelajaran penting.

“Bersabarlah ketika berada dalam masa-masa sulit, bahkan saat keadaan menjadi semakin buruk sebentar, bersabarlah dan teruslah hidup, karena seiring berjalannya waktu, keadaan akan berubah menjadi lebih baik,” katanya kepada ABC News .

Tonton videonya di bawah ini.

Sumber: www.ntd.tv