Erabaru.net. Sebagai makhluk yang sangat cerdas dan emosional, gajah adalah hewan yang berorientasi keluarga. Mereka rela bersusah payah untuk melindungi dan merawat anak-anak mereka, dan juga berduka atas kematian mereka.

Ketika seekor anak gajah mengalami masalah, itu akan menjadi masalah seluruh kelompok gajah.

Tapi dengan populasi gajah yang terus berkurang karena perburuan liar dan hilangnya habitat asli gajah, hilangnya gajah muda kini menjadi masalah baru bagi manusia.

Ketika pengunjung di Taman Nasional Tsavo di Kenya melihat ada belalai gajah yang mencuat dari lumpur, mereka langsung memberi tahu David Sheldrick Wildlife Trust (DSWT), dimana stafnya dikenal sangat berpengalaman dalam membantu gajah yang sedang dalam kesusahan; Dan regu penyelamat tersebut akan segera datang untuk membantu.

(Foto : Facebook | David Sheldrick Wildlife Trust )

Jelas bayi gajah itu sangat membutuhkan pertolongan. Ketika bantuan tiba, mereka melihat sekelompok gajah di kejauhan, sehingga kemungkinan bayi gajah ini adalah anak keluarga gajah tersebut.

Bayi itu bisa saja berada di sana selama 12 atau lebih jam. Sepertinya induk gajah itu berusaha menarik bayinya keluar, seperti yang ditunjukkan dari bekas jejak punggungnya di lumpur.

“Induk gajah etina itu telah berusaha mati-matian untuk menyelamatkan anaknya, namun menyerah,” kata Rob Brandford, direktur eksekutif DSWT di Inggris, kepada The Dodo.

(Foto : Facebook | David Sheldrick Wildlife Trust )

Tiba-tiba, seekor gajah besar dari kawanan menjadi protektif dan menyerang tim penyelamat, tapi tak lama kemudian dia mengerti bahwa orang-orang yang ada di sana akan membantu mengeluarkan anaknya.

(Foto : Facebook | David Sheldrick Wildlife Trust )

Para staf harus turun ke lumpur setinggi lutut, mengikat tali pengikat ke anak gajah yang terjebak dalam lumpur, dan berhasil membebaskannya dari lumpur tersebut.

Bayi itu langsung bergegas ke sisi ibunya yang telah menunggunya dari kejauhan. Akhirnya keluarga kecil gajah ini bisa berkumpul bersama lagi.

“Gajah kecil ini cukup beruntung,” kata Brandford. “Selama bertahun-tahun, kami telah melihat banyak contoh anak gajah yang tidak dapat naik keluar dari lumpur dalam yang dibuat sebagai jaringan pipa atau sumur, sehingga seringkali banyak hewan yang tergelincir masuk ke lubang di lumpur tersebut.”

(Foto : Facebook | David Sheldrick Wildlife Trust )

“Para kawanan gajah pun, saya yakin, akan melakukan semua yang bisa untuk menyelamatkan anak gajah, jika mereka tidak dapat membebaskan bayinya, akhirnya mereka menghadapi kesulitan, dimana mereka harus memilih untuk tinggal dan membahayakan kawanan lainnya, atau meninggalkan bayi gajah di lumpur sendirian.”

(Foto : Facebook | David Sheldrick Wildlife Trust )

Dia menambahkan: “Dengan keluarga gajah yang terus berkurang akibat perburuan liar, penghancuran habitat oleh tangan manusia, kami membawa misi utama untuk menyelamatkan satwa liar yang terancam punah. Menyatukan kembali anak gajah dengan induknya adalah akhir cerita yang bahagia. “(intan/yant)

(Foto : Facebook | David Sheldrick Wildlife Trust )
(Foto : Facebook | David Sheldrick Wildlife Trust )

Sumber: ntd.tv

Share

Video Popular