Erabaru.net. Warga Amerika Serikat yang memiliki senjata api secara legal, adalah penyebab utama terjadinya sejumlah besar kasus penembakan. Adanya senjata api secara legal dapat melindungi diri, tapi sekaligus juga dapat mencelakai diri sendiri.

Baru-baru ini terjadi kasus tembak menembak antara polisi setempat dengan junkies (pecandu narkoba). Antoquan Watson, warga New Jersey, Amerika Serikat, pria berusia 27 tahun ini terpaksa ditembak polisi karena menolak ditangkap.

Insiden ini pun memicu kontroversi terkait pola penangangan dengan senjata oleh aparat kepolisian di lapangan.

Mahkamah Agung Amerika Serikat baru-baru ini merilis rekaman 2014 lalu aksi kejar-kejaran mobil polisi ketika itu dengan tersangka, menjelaskan kronologi atas insiden tersebut. Dewan juri menilai bahwa tindakan aparat kepolisian itu sesuai dengan Undang-Undang.

Berikut kronologi singkat atas insiden tersebut, ketika itu Watson masuk ke sebuah restoran sambil membawa senjata.  Meski tidak menyerang siapa pun, namun salah seorang warga di lapangan segera melapor kepada polisi.

Tak lama setelah polisi tiba di TKP, Watson bersikap keras, bahkan langsung pergi dengan mobilnya, polisi pun segera mengejar. Namun Watson melepaskan tembakan ke mobil polisi selama pengejaran itu.

Akhirnya dalam aksi kejar-kejaran itu, mobil Watson menabrak sebuah mobil lain di depan lampu lalu lintas.

Mobil yang dikemudikannya pun berhenti secara menyilang di tengah jalan raya, kemudian polisi segera memerintahkannya untuk mengangkat tangannya. Namun Watson langsung melepaskan tembakan ke arah polisi begitu turun dari mobil.

Tujuh petugas polisi pun segera membalas dengan tembakan, dan detik berikutnya, tembak menembak pun terjadi antara polisi dengan junkies (pecandu narkoba) tersebut.

Beberapa detik kemudian Watson pun tertembak dan jatuh di atas tanah. Namun polisi tidak segera menghentikan tembakan, tapi menembak lagi secara beruntun ke Watson yang sudah terjembab di atas tanah hingga tak bergerak sama sekali.

Dari hasil laporan otopsi menunjukkan, Watson ditembak dengan 45 tembakan beruntun. Selain itu, hasil pemeriksaan juga menemukan phencyclidine (PCP, juga dikenal sebagai debu malaikat) dari dalam tubuhnya.

Menurut penyidik kasus terkait, Watson mengenakan rompi anti peluru ketika itu, jadi dia masih bisa berjalan beberapa langkah kecil saat terkena tembakan beruntun.

Dewan juri sebelumnya menilai bahwa tindakan aparat penegak hukum itu sesuai dengan Undang-Undang dan dibenarkan saat menangkap Watson,  jadi menolak untuk mengadili ke tujuh polisi tersebut.

Berikut video aksi kejar-kejaran dan tembak menembak antara polisi dengan junkies di Amerika Serikat.

https://youtu.be/sZyesium8C4

(joni/asr)

Sumber : wechatpress

Share

Video Popular