Erabaru.net. Isu menstruasi di beberapa negara menjadi isu yang cukup sensitif dan tidak banyak dibahas. India adalah salah satunya.

Biaya pembalut wanita di India sangatlah tinggi, sehingga hanya 12% yang menggunakannya.

Tapi seseorang memutuskan untuk melakukan perubahan dan membuat hidup lebih mudah bagi ribuan wanita di negara ini.

Arunachalam Muruganantham melihat istrinya pada 1998 menyembunyikan beberapa kain kotor yang dia gunakan saat ia sedang menstruasi.

Internet

Jadi, banyak orang berpikir bahwa ribuan wanita di negara India mengalami situasi yang sama.

Menurut statistik, 88% wanita menggunakan kain lap atau daun sebagai pengganti pembalut, sehingga tidak mengherankan bila banyak wanita menderita penyakit menular, bahkan penyakit reproduksi.

Arunachalam sangat prihatin dengan kurangnya kebersihan wanita saat memasuki masa menstruasi, dan dia ingin membantu para wanita.

Namun, saat dia meminta beberapa wanita untuk mendukungnya dalam penelitiannya, tidak ada yang mau menerima dan membiayainya.

Pasalnya menstruasi adalah hal tabu dan banyak orang yang malu membicarakannya.

Tapi itu tidak menghentikannya untuk menciptakan sesuatu yang berharga bagi para wanita.

Orang-orang menyebutnya sebagai orang gila, dan istrinya memutuskan untuk berhenti, karena dia tidak tahan mendapat opini publik.

Meski begitu, Arunachalam berhasil memproduksi handuk murah yang terbuat dari selulosa, bahan yang cukup aman untuk dipakai para wanita ketika masa menstruasi.

Internet

Seiring berjalannya waktu, ia menciptakan 3 mesin yang serupa, mendirikan pabrik dan mampu meraup keuntungan jutaan dolar.

Mesin jenis ini harganya 500 ribu dolar, dan dia mendapatkan dua mesin hanya dengan harga 950 dolar.

Internet

Selain itu, Arunachalam juga menciptakan lapangan kerja di beberapa daerah pedesaan, karena masing-masing mesin membutuhkan 10 wanita untuk mengoperasikannya.

Ia memproduksi 250 handuk setiap hari, dan dijual dengan harga 15 sen.

Internet

Gagasan pria revolusioner ini juga mulai dipasarkan ke luar India, seperti Nigeria, Mauritania, Kenya, Bangladesh dan Filipina.

Berkat perhatiannya, wanita di India kini cenderung tidak akan menderita penyakit yang berhubungan dengan kebersihan alat reproduksi lagi. (intan/rp)

Sumber: perfecto.guru

Share

Video Popular