Erabaru.net. Hanya dikarenakan faktor usia yang semakin tua, desakan keluarga, ingin segera mengakhiri kesendirian, dan berbagai faktor lainnya.  Sehingga banyak kaum wanita yang menikah secara serampangan tanpa pertimbangan matang.

Tidak penting lagi bagaimana dengan perasaan, apakah memang dasarnya cinta atau tidak, atau mereka merasa cinta itu bisa dipupuk setelah nanti menikah, karena orangtuanya sendiri juga menikah dulu baru pacaran.

Pada kesempatan ini, seorang netizen mengambil contoh nyata yang dialaminya, jangan menikah karena status, atau karena faktor-faktor tersebut di atas.

Kamu tidak menyukainya, atau tidak ada sesuatu yang membuatmu tertarik padanya, sekali lagi cinta itu tidak bisa dipupuk, meski setelah menikah sekalipun, karena pada dasarnya tidak ada perasaan itu !!

Jika sekadar mengejar status punya teman hidup, maka orang akan asal menikah saja tanpa pertimbangan.

Padahal pernikahan harus diikuti sederet tanggung jawab. Bayangkan, apa jadinya, jika tanggung jawab itu harus diemban seumur hidup dengan orang yang sekenanya saja kita jadikan teman hidup, tanpa pertimbangan.

Ada dua tipe orang di dunia ini, tipe pertama adalah orang yang menikah karena status, dan kedua adalah menikah karena cinta.

Akhir dari kedua tipe perkawinan itu sepenuhnya tidak sama, mungkin sama dalam hal masalah hidup yang dihadapi semua orang.

Tapi, orang yang menikah karena status lambat laun akan memilih untuk menghindar, marah-marah semaunya, menyalahkan,mengeluh, dan bahkan membenci pihak lain.

Sementara orang-orang yang menikah atas dasar cinta, memiliki sisi yang berbeda saat menghadapi kesulitan, yang dipikirkan adalah siapa yang bisa atau bersedia dan bagaimana memikul beban lebih untuk meringankan tekanan-stress pihak lain.

Adapun hal dipikirkan adalah bagaimana mengatasi lika-liku hidup agar bisa bertahan sampai tua. Sehingga perlahan-lahan mereka akan semakin mengakui nilai itu satu sama lain karena gesekan dan cobaan hidup yang dijalani, dan lebih yakin dengan pilihan sendiri, juga semakin menghargai satu sama lain dan menjalani hidup itu dengan bahagia.

Untuk apa pernikahan tanpa dasar cinta itu ? Atau menikah karena status, apakah akan bahagia?

Berapa banyak orang di dunia ini yang terpenjara seumur hidup karena perkawinan semacam itu, dan berapa banyak orang yang tidak bahagia seumur hidup karena perkawinan seperti ini.

Anda selalu mengatakan usia semakin tua, dan benar-benar tidak bisa menemukan sosok orang yang cocok lagi, jadi yaa cari pasangan seadanya yang tidak menjengkelkan dan hidup bersama.

Pernikahan bukanlah masalah diri sendiri atau perihal kalian berdua. Pernikahan itu adalah masalah besar  dua keluarga, bahkan berkaitan erat dengan beberapa generasi.

Jika anda benar-benar belum memastikan dan ragu apakah sebaiknya menikah atau tidak, maka sebaiknya renungkan lagi secara matang, baru putuskan.

Sebagai orang dewasa seyogianya bertanggung jawab atas semua hal yang dilakukan. Dunia semakin maju, masyarakat juga semakin berkembang, tapi beberapa perilaku manusia, tampaknya berjalan mundur ke belakang.

Ada ratusan ribu orang yang menikah setiap tahun, pun ada ratusan ribu orang yang cerai.

Apakah orang-orang menganggap pernikahan itu sebagai hal yang remeh? Kalau senang langsung membangun sebuah keluarga sesukanya, lalu berpisah dan melanjutkan perburuan selanjutnya.

Baik yang saya alami, atau yang saya saksikan maupun cerita dari teman-teman,singkatnya, cukup banyak teman-teman sekitar saya yang tidak bahagia hidupnya.

Alasan mereka menikah sangat banyak, bahkan ada yang menikah dengan sangat tergesa-gesa. Tapi terlanjur, nasi telah menjadi bubur, banyak hal yang sulit untuk diubah, dan tidak bisa berubah.

Sedikit banyak mereka merasa tidak bahagia, tapi terlanjur punya anak, jadi tanggung jawab dan kelangsungan hidup keluarga ini, bagaimanapun juga harus tetap berlanjut, bukan?

(joni/asr)

Sumber : kknews.cc

Share

Video Popular