Suami Isteri yang Tinggal di Desa Terpencil ini Menyelamatkan Seekor Serigala, Tak Disangka, Anaknya yang Baru Genap Usia Satu Bulan Digondolnya … Tapi Fakta yang Terjadi Kemudian, Membuat Mata Mereka Berkaca-kaca

1343
Ilustrasi. (Internet)

Erabaru.net. Alkisah pada zaman dahulu kala, di sebuah desa kecil hiduplah sepasang suami isteri.

Sang suami bernama Jaka kelana (samaran), dan isterinya bernama Karina Wulandari (samaran).

Pasangan ini hidup di desa yang cukup terpencil, tetangga terdekat juga berjarak sekitar dua mil jauhnya.

Saat itu, Wulan sedang hamil, dan beberapa bulan lagi akan lahir.

Semasa hamilnya itu, selain bekerja seperti biasa, Jaka juga menemani Wulan, isterinya. .

“Bang, coba kamu lihat lereng di belakang pondok rumah kita, sudah nyaris runtuh, bagaimana kalau terjadi longsor, coba kamu cari bantuan bagaimana mengatasinya,” kata Wulan cemas sambil memandang lereng itu.

Setelah mengiyakan permintaan Wulan, Jaka pun ke dapur untuk memasak.

Taka lama kemudian, Jaka mendengar teriakan Wulan.

“Ada serigala!” teriak isterinya.

Jaka bergegas ke sana, dan memang ada seekor serigala liar yang cukup besar, tapi kaki belakangnya terluka oleh perangkap hewan di hutan.

Di punggungnya juga ada bekas luka hantaman pisau, serigala ini tergeletak di depan rumah, dan menjilati lukanya.

Ilustrasi. (Internet)

Bagaimana pun juga itu adalah serigala, jika seekor anjing, Jaka pasti akan menyelamatkannya.

Saat itu, Jaka bermaksud mengambil cangkul untuk membunuh serigala itu, tapi dilarang oleh Wulan.

“Lukanya parah, terlalu berdosa kalau membunuhnya, lebih baik lepaskan saja, biarkan dia pergi,” kata Wulan membujuk Jaka.

Dan Jaka pun mengusir serigala itu pergi dari pondoknya.

Saat Jaka dan Wulan hendak makan, serigala itu kembali lagi.

Wulan yang cerdik melihat serigala itu sepertinya minta makan, tidak ada niat jahat, lalu melemparkan sepotong daging untuknya.

Ilustrasi. (Internet)

Setelah melewati hari-hari seperti itu, tujuh, delapan hari kemudian, serigala itu tidak muncul lagi.

Beberapa bulan kemudian, Wulan pun melahirkan anaknya, dan diberi nama Guntur, karena anaknya lahir bertepatan dengan iringan hujan disertai pekikan guntur yang membahana di langit.