Suatu ketika, saat Wulan usai menyusui Guntur yang baru genap memasuki usia satu bulan.

Ia meletakkan anaknya ke dalam keranjang rotan ayunan bayi, lalu berjalan keluar pintu dan menggumam sambil memandang ke atas langit.

“Hujannya kog awet ya, kapan berhentinya, mana bisa keluar kalau begini,” desah Wulan.

Wulan yang baru genap satu bulan melahirkan sekarang ingin keluar, jalan-jalan di kota kabupaten.

Tiba-tiba, ia tersadar seketika saat itu, lalu berlari masuk ke dalam rumah.

Namun, serigala yang menggondol anaknya dari dalam ayunan itu telah membawa pergi anaknya.

Ilustrasi. (Internet)

Wulan pun segera berteriak memanggil Jaka dan mengejar serigala yang menggondool anaknya.

Tapi tak tahunya serigala itu berhenti hanya berdiri di bawah sebuah pohon, diam tak bergerak.

Jaka dan Wulan hanya memandangi serigala itu, tidak berani bertindak gegabah.

“Bang, ini serigala yang pernah minta makan di rumah kita dulu….”

Belum selesai bicara Wulan, mereka melihat serigala itu menurunkan Guntur, lalu lari.

Jaka bergegas mengambil anaknya. Tepat pada saat itu, terdengar gemuruh suara yang membahana dari belakang rumah mereka.

Sekejab rumah mereka pun terkubur tanah longsor yang merosot dari balik gunung.

Ilustrasi

Jaka memandang ke arah larinya serigala, melihat pemandangan yang mengerikan di depan matanya, kemudian Jaka memandang sejenak anaknya.

“Ternyata serigala itu datang untuk menyelamatkan kita, jika tidak ada serigala itu, hari ini kita bertiga sudah mati terkubur longsor. Tak disangka serigala juga tahu berterima kasih,” gumam Jaka dengan mata berkaca-kaca.

Cukup lama Jaka dan Wulan termenung sambil memandang ke arah larinya serigala itu, kemudian berlutut di atas tanah dan membungkukkan badannya sebagai wujud ucapan terima kasihnya kepada serigala.

Ilustrasi. (Internet)

Mereka bersyukur dengan kehadiran serigala yang sepertinya sengaja menunggu mereka keluar dan mengejarnya, setelah itu pergi dan tak kembali lagi. (jhony/rp)

Sumber: coco01.net

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular