Erabaru.net. Lembaga pelunasan hutang United Nation World Trust International Orbit (UN Swissindo) mendadak heboh. Ini setelah sejumlah orang mendatangi kantor Bank Mandiri untuk mencairkan voucher lembaga ini, ternyata palsu.

Adapun voucher ini tak gratis didapatkan oleh masyarakat. Uang yang harus dikeluarkan masyarakat melalui kantongnya mencapai antara Rp 300,000 hingga Rp 600,000. Motifnya adalah pelunasan hutang yang dimiliki oleh masyarakat.

Sangat mudah untuk mengetahui kegiatan aktivitas lembaga ini. Bahkan dengan terangan-terangan membeberakan semua aksinya melalui situsnya www.Swissindo.news. Tak hanya tulisan, video-video juga ditampilkan sebagai wujud menyakinkan kepada targetnya.

Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi meminta United Nation World Trust International Orbit (UN Swissindo) untuk menghentikan semua kegiatannya. Ini dikarenakan tidak memiliki izin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ketua Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam L. Tobing mengatakan Satgas Waspada Investasi bersama Bareskrim Polri dan Bank Indonesia, Rabu, 23 Agustus 2017 telah memanggil pimpinan UN Swissindo, Sugihartono atau yang dikenal dengan Sugihartonotonegoro alias Sino.

Surat pernyataan dari pimpinan atas nama lembaga UN SWISSINDO (dokumen OJK)

Menurut Tongam, pada pertemuan tersebut, Sino selaku pimpinan UN Swissindo telah menandatangani surat pernyataan yang berisi:

Pertama, UN Swissindo menghentikan kegiatan yang selama ini telah dilakukan terkait dengan penawaran pelunasan utang kepada masyarakat dan pemberian voucher human obligation VM1 serta segala kegiatan lainnya yang dilakukan UN Swissindo mulai hari ini (Rabu 23 Agustus) karena tidak memiliki izin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kedua, Sino selaku pimpinan UN Swissindo meminta maaf atas segala tindakan yang telah dilakukan yang mengakibatkan keresahan pada masyarakat dan sektor jasa keuangan dan yang bersangkutan tidak akan mengulangi perbuatannya kembali.

Ketiga, Berdasarkan hal tersebut,Sino meminta kepada seluruh pimpinan UN Swissindo dan masyarakat agar dapat mengetahui pernyataan ini dan berhati-hati apabila ada penawaran sejenis yang mengatasnamakan UN Swissindo.

Menurut Tongam, UN Swissindo selama ini telah beroperasi di beberapa daerah dan mengaku sebagai lembaga dunia. Lembaga ini juga mengaku bisa mengeluarkan surat pelunasan utang masyarakat kepada lembaga jasa keuangan serta memberikan voucher kepada masyarakat untuk mengambil uang sebesar USD1.200,- atau Rp15.600.000,- di Bank Mandiri.

“Kegiatan yang dilakukan oleh UN Swissindo tersebut tidak benar, karena surat pelunasan yang diterbitkan tidak diakui oleh lembaga jasa keuangan dan voucher yang diberikan juga tidak dapat dicairkan di Bank Mandiri,” kata Tongam dalam keterangan tertulis, Kamis (24/8/2017).

Satgas Waspada Investasi mengimbau kepada seluruh pimpinan UN Swissindo untuk menghentikan kegiatannya dan meminta masyarakat agar tidak mengikuti kegiatan UN Swissindo.

Di mana asalnya asset yang dimiliki oleh lembaga pelunasan hutang ini? Pada sebuah situs berita menyebutkan, bahwa lembaga ini mengklaim memiliki kombinasi aset dalam kewenangannya dikenal sebagai exhibits AB. Aset ini disebut didukung lebih dari 78 miliar Kgs emas dan platinum.

Bahkan lebih muluk-muluk lagi, lembaga ini mengklaim mendapatkan warisan dari Presiden RI ke-1 Soekarno. Tak hanya itu, harta karun yang bersumber dari kerjaan terdahulu juga dimiliki oleh lembaga ini. (asr)

 

Share

Video Popular