Erabaru.net. Peneliti mencoba mengumpulkan sejarah lempengan batu yang ditemukan di Spanyol dengan tulisan dari beberapa bahasa yang berbeda.

Lempengan batu yang disebut Stela Montoro itu ditemukan di ladang petani pada 2002 di kota yang dulunya merupakan Kota Montoro di Spanyol selatan.

Petani itu membuangnya, tapi dua tahun kemudian, beberapa staf Departemen Lingkungan Spanyol menemukannya dan dengan memperhatikan tanda-tanda aneh di atasnya, mereka memberikannya ke museum setempat, seperti dilansir IB Times.

Baru pada 2012 Leonardo García Sanjuán dari Universitas Seville di Spanyol dan Marta Díaz- Guardamino dari Universitas Southampton di Inggris meneliti lempengan batu itu lebih dekat.

Temuan mereka, yang diterbitkan dalam jurnal Antiquity edisi Agustus 2017, memberikan beberapa jawaban konkret mengenai mengapa begitu banyak naskah yang ditulis pada satu lempengan batu.

Banyak simbol yang bisa dikenali, dan tampaknya berasal dari berbagai skrip: prasasti palaeo- Hispanik, Graeco-Iberia, Fenisia, Proto-Sinaitik dan Proto-Kanaan, dan Arab Selatan secara epigrafi, menurut tulisan yang dimuat dalam IB Times itu.

Meskipun Museum Arkeologi Montorro, tempat dimana artefak tersebut disimpan, mengatakan bahwa batu itu berasal dari Zaman Perunggu, namun para peneliti memperkirakan batu itu diukir antara Zaman Akhir Perunggu dan Zaman Besi, mulai dari abad ke-9 sampai abad ke-3 SM.

García Sanjuán mengatakan bahwa dia ingin menggali di ladang petani dimana batu itu ditemukan untuk melihat apakah ada artefak lain di dekatnya yang bisa memberi petunjuk mengenai usianya. Namun petani hanya membiarkan mereka menggali satu area kecil, dan mereka tidak dapat menemukan sesuatu yang berguna, seperti dilaporkan IB Times.

Berdasarkan analisis wilayah sekitarnya, para peneliti percaya bahwa batu itu terukir dari interaksi awal antara masyarakat Mediterania yang melek huruf dan masyarakat Iberian yang tidak melek huruf, dimana mereka mungkin hanya meniru-niru tulisan.

Bagaimanapun, ini adalah sebuah penemuan yang unik, yang menunjukkan keragaman manusia di masa itu dan bahasa di wilayah itu pada waktu itu.

Atau bisa jadi batu itu tercipta akibat masyarakat Iberia di wilayah yang sekarang berada di sebelah barat daya Portugal dan Spanyol yang mencoba untuk mencari tahu bagaimana menulis berdasarkan skrip lain.

“Sangat jarang menemukan hal seperti ini. Prasasti di stela ini tidak bisa dibaca. Tidak ada satu naskah pun yang masuk akal dari mereka,” kata García Sanjuán kepada IB Times. (osc/yant)

Sumber: ntd.tv

Share

Video Popular