Eravaru.net. Wawancara dengan petugas krematorium.

Tanya : Bagaimana ceritanya sampai Anda berani kerja di krematorium?

Jawab : Kenapa tidak berani ?

Orang mati tidak menakutkan, meski tidak bisa mengucapkan terima kasih, tapi patuh, tidak berkeliaran, tidak seperti orang hidup yang entah kapan akan mencelakaimu.

Asal tahu saja, ada sekitar 300 roh di lemari pendingin atau penyimpanan jenazah di rumah duka kami selama berisi penuh 50% jenazah, jadi, bisa dibayangkan betapa besarnya pemandangan seperti itu?

Sayangnya, saya belum pernah melihat hantu, terkadang saat tidur sendirian di krematorium, saya kira melihat bayangan hantu, tapi begitu mendekat, ternyata hanya kain putih atau ranting pohon.

Saya membakar rata-rata 48 mayat setiap hari, pekerjaan ini seperti menerbangkan pesawat terbang, hanya saja tiketnya sekali jalan, tapi terkadang canggung juga saat kremasi jenazah teman, atau kalau bukan dia, kerabatnya yang meninggal.

Tanya : Tidakkah menurut kamu pekerjaan ini sangat sakral?

Jawab : Saklar apanya ! Sesuatu yang tidak kamu inginkan itu, namanya sampah, bukan ?

Banyak alat pemanas di lingkungan masyarakat luar negeri itu disediakan oleh krematorium, mudah-mudahan krematorium di Taiwan juga bisa melakukan kogenerasi, mendaur ulang energi panas, setidaknya biarkan saya merasa tidak seperti pekerja yang membakar sampah.

Kremasi teman SD

Tanya : Pengalaman kremasi yang paling mengesankan ?

Jawab : Teman SD saya .

Dia dicurigai melakukan penagihan hutang dengan keuntungan yang tidak wajar, dan bunuh diri dengan cara menembak dirinya saat hendak diciduk polisi.

Saya mendengar nama dan marganya yang sama saat disebut dalam laporan berita di TV, saat itu, saya benar-benar berharap bukan dia seperti yang saya pikirkan.

Kemudian saya brosing lagi di internet dan mencari tahu di rumah abu, tapi tidak berani memastikannya langsung dari pihak keluarga.

Lebih dari sebulan kemudian, saya melihat orang itu dalam daftar kremasi hari itu, kemudian bergegas ke altar melihat fotonya, dan ternyata memang dia teman SD saya.

Benar-benar mengejutkan, tapi satu-satunya yang bisa dilakukan adalah menyembahyanginya, mendo’akannya agar bisa pergi dengan tenang, kemudian perlahan-lahan, dan baik-baik mengkremasi jasadnya.

Dia tewas bunuh diri, namun, demi mengetahui penyebab kematiannya lembaga intelejen melakukan proses anatomi, membedah tengkorak, dan mengeluarkan otaknya.

Anda akan merasakan betapa tak berharganya manusia ketika melihat pemandangan itu. Saat mengkremasinya, saya membayangkan kembali suasana interaksi dengannya, perasaan saya bergejolak : Kami sebaya, tapi dia telah berubah menjadi seonggok tulang, sedangkan saya masih berdiri di sini, dan berubah menjadi dua jalan yang berbeda.

Tanya : Apakah Jasad temanmu itu juga sampah ?

Jawab : Tetap saja sampah

Memang kejam sekali, tapi itu adalah kata-kata saya yang paling tulus dan nyata.

Banyak selebriti yang saya kremasi, dan saya sama sekali tidak merasakan ada yang beda, paling hanya melihat keluarga mereka, dan oh ternyata begitu rupanya tampang para selebriti di layar TV/kaca.

Beruntung sekali masih bernapas, setiap hari berdiri di tonggak akhir kehidupan, jadi saya merasa beruntung sekali masih bernapas, masih bisa pulang, tapi begitu nyawa melayang, segala juga menjadi hampa, tidak ada apa-apa lagi.

Bagi saya, masa depan itu terlalu jauh, tidak ada gunanya memikirkan kapan saham bisa naik, bagaimana kondisi ekonomi ke depannya, percuma. Lebih baik kalau sempat sebisa mungkin menemani anak saya bermain.

Tanya : Bagaimana jika Anda sudah tiada ?

Jawab : Tidak perlu membawa serta barang-barang si mati, masukkan ke lemari pendingin/penyimpanan jenazah, tidak perlu melihat hari, langsung kremasi setelah 3 hari kematian, setelah itu abu-nya mau dikubur di pohon, di tabur di tempat yang ditentukan, atau ditabur ke laut, semuanya terserah, tapi jangan meletakkan tempat/altar perabuan.

Tanya : Paling takut kremasi siapa ?

Jawab : Ibuku

Untungnya, jika ibu saya meninggal, maka saya harus berada dalam keluarga untuk berkabung, tidak mungkin masih sibuk mengoperasikan mesin kremasi.

Catatan

Manusia, begitu lahir ke dunia, proses hitungan mundur selama hidupnya di dunia pun langsung berjalan, jadi, baik-baiklah menjalani hidup Anda dengan wajar selama masih diberi napas oleh-Nya!

Jangan sia-siakan hidupmu, setiap orang membutuhkan teman, tapi, renungkanlah dengan serius …keluarga adalah sosok orang yang paling layak dirajut dengan tulus dan dihargai dalam sepanjang hidup seseorang.

Mungkin semua orang menyadari apa itu logika hidup, tapi sangat sedikit yang benar-benar bisa menerapkannya.

Hidup ini penuh dengan lika-liku, dan serba tidak menentu, jangan terlalu larut pada sesuatu. Tidak perlu hidup dalam pembandingan dan selalu perhitungan, karena pada akhirnya, semuanya hanya akan menyisakan seonggok tulang yang tak bermakna.(jhn/yant)

Sumber: wechatpress

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular