Erabaru.net. Banyak dari kita yang berharap dapat menurunkan berat badan mungkin dengan berpuasa. Anda mungkin pernah mendengar atau membacanya melalui internet bahwa diet puasa atau puasa intermittent membantu seseorang menurunkan berat badan.

Tapi tunggu, Anda harus tahu dulu sebelum menjalaninya. Alih-alih membantu menurunkan berat badan, puasa Intermittent justru bisa menimbulkan sejumlah efek samping.

Pertama mari kita pahami tentang apa sebenarnya puasa intermiten. Ini adalah jenis puasa dimana Anda berpuasa untuk jangka waktu 12-16 jam sehari. Selama ini Anda hanya bisa minum air putih.

Di sisi lain, untuk sisa waktu Anda bisa makan makanan Anda, tapi dalam jumlah terbatas.

Berikut ini adalah beberapa efek samping dari puasa Intermittent yang perlu Anda ketahui.

Berdampak pada metabolism tubuh

Saat puasa Intermittent, seseorang cenderung tidak sarapan, padahal sarapan setelah satu jam bangun tidur adalah penting untuk memulai laju metabolisme tubuh.

Bila tidak sarapan, maka akan berdampak pada laju metabolisme. Dan ini pada gilirannya menimbulkan banyak masalah kesehatan.

Meningkatkan keasaman lambung

Puasa Intermittent berdampak pada keseluruhan sistem tubuh dan mengakibatkan keasaman pada lambung. Bila Anda pikir puasa Intermittent akan menurunkan berat badan, maka itu bukanlah pilihan yang tepat.

Dapat terjadi penurunan gula darah

Puasa Intermittent jangka waktu lama bisa mempengaruhi indeks glisemik di tubuh. Bila Anda puasa dan makan tidak tepat waktu maka bisa menyebabkan kadar gula darah rendah. Hal ini pada gilirannya menyebabkan penyakit serius lainnya.(vivi/yant)

Sumber: Boldsky

Share
Tag: Kategori: NEWS SEHAT

Video Popular