Erabaru.net. Bayi mungil itu sudah memasuki usia empat bulan, sudah melewati tahap tidur seharian penuh. Perkembangan si bayi juga sangat bagus, sepasang kaki mungilnya juga sudah bisa membantunya membalikkan badan dan tengkurap.

Si bayi yang menggemaskan ini sangat suka bermain sambil tengkurap. Siang hari bermain sambil tengkurap sebentar, lalu sang ibu menggendongnya, karena takut lama kelamaan tengkurap seperti itu terus tidak baik bagi organnya.

Ilustrasi. (Internet)

Nah, apa jadinya bila malamnya saat tidur, dimana sedikit lalai saja atau tidak diperhatikan, si mungil tidur pulas dalam posisi tengkurap dan lupa membalikkan.

Sang ibu sangat suka dengan buku perawatan bayi, ia membaca keterangan dalam buku tersebut, bahwa bayi yang tidur dengan posisi tengkurap dalam waktu lama, dapat memengaruhi organnya.

Lain halnya kalau tidur di pagi atau siang hari, karena sang ibu akan selalu membantu bayinya membalikkan badan.

Tapi bagaimana pada malam hari, ibu juga manusia yang harus tidur, terkadang, saat bayi tertidur dalam posisi tengkurap, terus ibu/ayahnya lalai/lupa tidak sempat membalikkan badan si bayi.

Sang ayah yang sayang sama istrinya, tak tega melihatnya kelelahan, apalagi istri seperti burung hantu, suka main game di malam hari.

Lalu ia pun mengatakan pada istrinya :“Biarlah ayah yang menjaga si dedek, kamu tidur saja.”

Awalnya, istrinya masih khawatir, takutnya laki-laki tidak sabaran, tapi dua, tiga hari kemudian, ia melihat suaminya, ternyata bisa juga melakukan dengan baik hal itu.

Kali ini, sang istri pun merasa tenang, malamnya si buah hati itu diserahkan sepenuhnya pada sang suami, sementara dia sendiri yang bertugas memberi minum susu saja.

Ilustrasi. (Internet)

Suatu hari, bayi mereka merasa sangat tidak nyaman saat tidur.

Sementra si ayah asyik main game sambil sesekali memperhatikan si mungil yang belum tidur.

Namun, baru beberapa puluh menit, si mungil tidur lagi dengan posisi tengkurap. Si ayah kemudian membalikkan badannya lagi.

Begitu terus selama satu jam lebih, dan si ayah pun tampaknya mulai tidak sabar.

Tepat pada saat itu, ia melihat satu stel pakaian lembut si bayi di depan kasur, lalu terbersit ide dalam benaknya. Ia melipat pakaian bayi itu, kemudian menggulungnya, lalu diselipkan ke posisi tidur si bayi, untuk mencegah si bayi membalikkan badannya (tengkurap).

Dan memang, si bayi tidak lagi tidur sambil membolak-balikan badannya lagi.

Ilustrasi. (Internet)

Sepanjang malam itu, si ayah pun asyik bermain game dengan gembira.

Menjelang fajar, sang ibu bangun hendak memberi susu pada si bayi

Namun, tak lama kemudian, sang ayah mendengar jeritan istrinya, sontak ia pun berlari untuk melihat apa yang terjadi, dan ia terperangah melihat istrinya menatap diam buah hati mereka yang sudah tak bernapas lagi dalam pelukannya.

Tak lama kemudian dokter pun tiba di rumah mereka, tapi sang bayi sudah tak terselamatkan lagi.

“Gulungan pakaian ini adalah biang keladinya, karena menutup mulut dan hidung si bayi, sehingga napasnya tersengal-sengal sulit bernapas, jadi ini adalah penyebab kematiannya,” Jelas dokter setelah memeriksa keadaan si bayi.

Bayi mungil yang menggemaskan itu akhirnya tewas begitu saja. Dan satu keluarga yang awalnya bahagia itu pun akhirnya hancur berkeping-keping.(jhn/yant)

Sumber: twgreatdaily.com

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular