Erabaru.net. Pria ini telah mencuri dompet dari korban yang malang di jalanan.

Ketika mengetahui bahwa dia telah menyerang seseorang yang menderita Asperger.

Hati nurani pencuri, entah bagaimana, mendorongnya untuk menyerahkan diri.

Connor Dawes, 19, dari Nottingham sedang bersama seorang teman di Nuneaton, Warwickshire, ketika mereka melihat target potensial yang mereka inginkan untuk dirampok pada jam 10 malam.

Pasangan itu mengikuti korban yang berjalan ke gang yang gelap, dan tanpa terlalu banyak berpikir, mereka menjatuhkan pria itu dan mencuri dompet dan teleponnya.

Saat Dawes melihat isi dompetnya, hati nuraninya tergugah.

Ia menemukan informasi bahwa korban menderita Asperger, sebuah bentuk kelainan autisme.

Inilah saat ketika Dawes merasa menyesal atas tindakannya. Rasa bersalah begitu kuat melekat di hatinya, sehingga dia berbalik untuk menyerahkan diri ke polisi.

©Flickr | Thirteen Of Clubs

Meskipun merasa menyesal, hukum tetaplah hukum yang harus ditegakkan, dan hakim tersebut mengutuk tindakan Dawes yang salah.

Hakim Sylvia de Bertodano mengatakan kepada Dawes, “Anda mungkin tidak tahu bahwa pemuda ini memiliki kelainan Asperger, tapi Anda pasti tahu bahwa dia berada di situasi berbahaya karena dia sendirian di malam hari, dan Anda berdua sedangkan ia hanya seseorang. Dia adalah seorang pemuda yang berjuang untuk hidup, dan dia telah menggambarkan betapa buruknya perjuangan yang telah terjadi sebagai akibat dari perbuatan kalian ini.”

Dia melanjutkan, “Sayang sekali Anda datang ke pengadilan untuk melakukan pelanggaran serius semacam itu. Jelas bahwa hal ini masihlah tidak benar. Sehingga Anda harus tetap dihukum, agar membuat orang-orang sadar bahwa jika mereka telah melakukan kesalahan, maka ia harus tahu bahwa ia akan dipenjara.”

© Flickr | Lee Haywood

Meskipun Dawes merasa bersalah karena telah merampok korban autis, apakah dia akan merasakan penyesalan yang sama dengan menargetkan anggota masyarakat lainnya?

Dawes dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun di Lembaga Pemasyarakatan Warwick Crown.

Sangat disayangkan bahwa pemuda tersebut telah meninggalkan nuraninya sebelum ia melancarkan aksinya itu, tapi mungkin masih ada harapan untuk mendapatkan rehabilitasi positif, mengingat keputusannya untuk mengakui kesalahannya.

Setidaknya ada satu hal positif tentang ini, bahwa tidak semua remaja kehilangan hati nuraninya. (intan/rp)

Share

Video Popular