Erabaru.net. Begitu Anda mengetahui bahwa gajah sering mengalami penyiksaan yang mengerikan sebelum mereka melakukan sebuah atraksi. Anda mungkin akan berpikir dua kali untuk memulai aktivitas dengan hewan berbadan besar ini.

Tempat wisata gajah adalah tempat wisata yang sangat menjanjikan di Asia Tenggara, khususnya Thailand, mampu memberi keuntungan berlipat ganda. Di negara ini, lebih dari separuh populasi gajahnya dipelihara oleh manusia untuk tujuan menghibur para wisatawan domestik maupun internasional.

Tapi, sedikit orang yang tahu tentang apa yang harus dilakukan gajah ini, agar mereka bisa digunakan sebagai ‘penghasil uang’.

© YouTube Screenshot | Circa News

Pada video yang diposting oleh Circa, tampak seekor bayi gajah sedang menjalani proses “pelatihan” yang menyiksa, yang dikenal sebagai phajaan, atau penghancuran gajah, di mana proses ini berasal dari komunitas suku bukit di India dan Asia Tenggara.

Gajah yang malang itu disimpan di kandang dengan kaki yang terikat tali. Beberapa paku tajam dipanaskan berulang kali, lalu ditempelkan ke kepala dan tubuhnya.

Seorang pria tua terlihat duduk di atas gajah dengan potong kayu yang dipukulkan ke kepala gajah.

Mirisnya, metode penyiksaan yang kejam ini tak berhenti sampai di situ saja.

Mereka juga merampas makanan dan minuman gajah, yang mana hal ini dilakukan untuk menghancurkan semangat gajah yang liar dan keinginan mereka.

Proses pelatihan yang melelahkan seperti itu biasanya berlangsung beberapa hari atau beberapa minggu, atau sampai gajah menjadi tunduk dan patuh pada manusia.

Share

Video Popular