Erabaru.net. Rezim Korea Utara mengakui telah melakukan uji coba bom hidrogen, Minggu (3/9/2017). Uji coba ini menghasilkan gempa berkekuatan 6,2 skala richter dan berhasil dideteksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan sebutan seismik tak lazim.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG,  Mochammad Riyadi, menjelaskan BMKG mencatat aktivitas seismik tak lazim yang berpusat di Korea Utara.

BMKG melaporkan  aktivitas seismik ini terjadi pada Minggu (3/9/2017) pukul 10:30:04 WIB dengan Magnitudo 6.2 Mw (mB) seismic berada pada kedalaman 1 km.

Menurut BMKG, hasil Analisa menggunakan Sistem Seiscomp3. Hasil analisa tersebut juga berdasarkan rekaman dari 166 stasiun seismik yang dioperasikan oleh BMKG.

Berdasarkan hasil analisa, kesimpulan sementara untuk kejadian seismik di atas adalah sebagai berikut:

1 – Rekaman seismogram didominasi oleh fasa gelombang P dan tidak menunjukkan rekaman gelombang S dengan jelas.

2 – Impuls awal dari rekaman seismik didominasi gerakan kompresi.

3 – Kedalamannya dangkal, 1 km.

4 – Lokasi sumber aktivitas seismik ini tidak berada di zona seismik.

Seismik tak lazim pada kedalaman 1 kilometer di Kota Cho Dong, Soman, dan Nampyo Dong, Korea Utara.

Uji coba Bom Hidrogen Korea Utara ini menuai kutukan dari sejumlah Negara di dunia seperti Korea Selatan, Jepang, Prancis, Rusia, dan Tiongkok.  (asr)

Share

Video Popular