Erabaru.net. Seorang ibu di Amerika Serikat meminta setelah anak perempuannya yang berusia 13 tahun ditembak oleh teman sekelasnya, berharap hakim dapat menghukum berat si pembunuh ini.

Namun, setelah dua tahun kemudian saat di pengadilan ketika melihat si pembunuh ini, sang ibu berubah pikiran.  Dia memilih untuk memaafkan si penembak dan meminta hakim untuk menghukumnya dengan ringan.

Sang ibu malah berencana dengannya untuk bergabung  ke kampus melakukan kampanye keselamatan senjata api.

Kronologi Kejadian

Anak laki-laki berusia 14 tahun ini tanpa sengaja membunuh gadis 13 tahun.  Gadis itu bernama Lourdes Guzman-DeJesus  dari Florida, Amerika Serikat pelajar di Akademi Persiapan Palm Glades (Palm Glades Preparatory Academy).

Sedangkan Jordyn Howe adalah salah satu siswa di Somerset Academy Silver Palm Middle School. Meski keduanya di sekolah yang berbeda, tapi setiap hari pulang dan pergi sekolah duduk di bus sekolah yang sama.

Suatu hari di bulan November 2012, Jordyn dari laci kamar tidur ibunya menemukan pistol milik ayah tirinya. Jadi diam-diam dia membawa pistol ke sekolah, berencana untuk dipamerkan kepada teman-teman sekelasnya.

Saat pagi menaiki bus sekolah, Jordyn mengeluarkan pistol dipamerkan dan dimainkan oleh teman-teman sekelasnya. Lalu temannya menarik pistol yang berisi sebuah peluru. Setelah beberapa saat, Jordyn mengambil kembali pistol tersebut dan menaruhnya di pinggangnya.

Lourdes dengan sangat penasaran melihat pistolnya, mengambil untuk bermain beberapa saat. Tapi juga membidikkan ke sekitarnya, dan kemudian mengembalikan kepada Jordyn.

Share

Video Popular