- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Polisi Ini Menggunakan Tabungan Pribadinya untuk Membuka Sekolah bagi Anak-anak Pedesaan

Erabaru.net. Shara, sebuah desa kecil di Distrik Leh, India, adalah salah satu tempat paling miskin tidak bersahabat di distrik ini.

Banyak orangtua di desa ini tidak menyekolahkan anak mereka sampai usia tujuh atau lebih, karena daerah tersebut sangat dingin dan medan yang ekstrem tidak kondusif bagi kesehatan anak kecil.

Tsewang Dorjey, seorang inspektur kepolisian J & K adalah seorang pria yang memiliki hati emas. Dia telah mengubah kehidupan anak-anak di desa ini dengan mendirikan sekolah dengan tabungannya sendiri.

[1]
(Foto : Facebook | Kiran KS)

Tsewang Dorjey memulai perjalanannya dari Social and Educational Welfare Association (SEWA) Shara Nursery School, sebuah sekolah menengah Inggris yang memfasilitasi anak-anak muda untuk memasuki sekolah yang baik saat mereka dewasa.

Tsewang sempat bekerja sebagai Pejabat Pembangunan Pedesaan dan di LSM lokal di Shara selama 5 tahun sebelum bergabung dengan polisi J & K.

Kurangnya fasilitas pendidikan di desanya terus mengganggu dia, dan itulah yang mendorongnya untuk melakukan suatu solusi untuk menangani hal ini.

Sekolah awalnya dimulai hanya dengan 10 anak di tempat terbuka yang disumbangkan oleh penduduk desa, dan diubah menjadi bangunan dasar yang sederhana dan bisa menampung lebih dari 50 anak dari seluruh desa.

Fasilitas transportasi juga disediakan untuk membawa siswa ke sekolah. Tsewang bahkan mempekerjakan guru berkualitas yang didatangkan dari Leh untuk mengajar di sini.

Inspektur Tsewang Dorjey menerima penghargaan bergengsi “Real Heroes Award”, sebuah penghargaan pahlawan sesungguhnya oleh yayasan CNN IBN-7 dan Reliance, atas jasanya memberikan layanan luar biasa kepada masyarakat dan negara

[2]
(Foto : Facebook | Healthy Ladakh Movement)

Sekolah yang dimulai dengan uang tabungan pribadinya ini juga dijalankan dengan bantuan sumbangan dari keluarga dan teman-temannya.

Misi Tsewang selanjutnya adalah membangun sekolah model seperti ini di desa-desa terpencil lainnya di Leh, sehingga anak-anak yang kehilangan masa belajar emas mereka bisa melanjutkan pendidikan kembali.(intan/yant)

Sumber : ntd.tv