Erabaru.net. Ketika seorang gadis Texas, AS, ini menjadi korban pembulian, dia memutuskan untuk membela dirinya sendiri bukan dengan mencari pembalasan, tapi dengan berbagi pengalamannya dengan orang lain.

Pada tahun 2015, seorang anak berusia 15 tahun bernama Hannah Combs baru saja memulai tahun pertama di SMA Harker.

Dia sedang mengobrol dengan salah satu temannya di luar sekolah, ketika seorang anak laki-laki muncul dari belakangnya dan melakukan hal yang paling bodoh.

Hal paling mengerikan yang bisa Anda bayangkan, dimana dia menuangkan lem super ke kepala Hannah.

(Foto : Facebook | Justice For Hannah )

“Rasanya kepala saya seperti terbakar. Itu benar-benar sungguh mengerikan,” kata Hannah pada KDHNews .

(Foto : Facebook | Justice For Hannah )

Setelah mengunjuggi dokter, dia diberitahu bahwa lem super telah menyebabkan luka bakar kimia tingkat tinggi di kulit kepalanya. Itu adalah pengalaman mengerikan bagi Hannah.

(Foto : Facebook | Justice For Hannah )

“Saya menyadari bahwa saya kehilangan hal favorit saya tentang diri saya sendiri. Saya sangat mencintai rambut saya, dan menjadi satu-satunya hal yang saya sukai dari diri saya sendiri, jujur. Dan kini, saya harus kehilangan itu tanpa alasan yang logis,” jelasnya.

Setelah itu, dia memutuskan untuk mencukur sebagian kepalanya.

(Foto : Facebook | Justice For Hannah )

Ketika ayah Hannah, seorang pensiunan, marah karena tidak ada tindakan yang diambil oleh pihak sekolah terkait masalah ini, Hannah dan ibunya memutuskan untuk mencari keadilan melalui cara yang berbeda.

(Foto : Facebook | Justice For Hannah )

Ibunya, Jessica Grimmer, membuat sebuah halaman Facebook yang berjudul “Justice for Hannah (keadilan bagi Hannah)” untuk berbagi pengalaman aksi bulian yang menimpa anaknya.

(Foto : Facebook | Justice For Hannah )

Berbicara kepada MTV News , Hannah menjelaskan alasan untuk membuat halaman Facebook: “Saya ingin membuat perbedaan. Saya ingin menangani masalah ini dengan cara saya sendiri. Tidak ada yang pantas diintimidasi, sekalipun mereka adalah pelaku pembulian. Menurut saya, pembulian tidak adil bagi siapa pun,” katanya.

(Foto : Facebook | Justice For Hannah )
(Foto : Facebook | Justice For Hannah )

“Saya masih anak normal dengan keyakinan kuat. Jika menyangkut intimidasi dan aksi pembulian, saya sering membela orang karena itu. Tapi melakukan hal ini juga penting,” tambahnya.(intan/yant)

(Foto : Facebook | Justice For Hannah )

Sumber: ntd.tv

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular