Erabaru.net. Di distrik Phangane, Maharashtra, India, setiap pagi Anda akan bertemu dengan sekelompok wanita tua berusia antara 60 sampai 90 tahun yang mengenakan sari merah muda dan pergi ke sekolah!

Ya, Anda membacanya dengan benar!

Para nenek ini menuju ke sekolah ‘Aajibaichi Shala’, dimana sekolah ini mungkin menjadi sekolah satu-satunya di India dimana seluruh muridnya adalah nenek-nenek atau wanita lansia yang tidak berpendidikan.

Kredit: Facebook | Neeta Bhoir

Sekolah ini dibuka pada 8 Maret 2016, bertepatan dengan jatuhnya Hari Perempuan.

Awal tahun ini, mereka pindah ke bangunan yang lebih besar.

Diatur oleh kepercayaan amal dan Yogendra Bangar, seorang guru dan aktivis Paroki Zilla setempat, sekolah tersebut mengajarkan para wanita cara membaca dan menulis dan aritmatika dasar.

Pendidikan adalah masalah sekunder bagi wanita-wanita ini yang telah mengabdikan hidupnya untuk mengurus keluarga dan pekerjaan rumah tangga.

Kredit: Facebook | Samiran Saha

Tapi saat waktu mereka sudah luang karena anak-anak mereka sudah dewasa, mereka tak pernah mengetahui apa-apa tentang pengetahuan dasar.

Shital More (30), yang lulus kelas 10, pindah ke Phangane setelah menikah dan merupakan satu-satunya guru di sekolah tersebut.

Shital, yang ibu mertuanya juga mengajar di sekolah tersebut, dengan senang hati mengajari para nenek.

Apalagi, setelah suaminya, Prakash More menyumbangkan lahan untuk bangunan sekolah yang baru, sekolah tersebut telah menjadi lebih dekat dengan hatinya.

Menurut sebuah laporan dari Hindustan Times, Shital mengatakan bahwa murid-muridnya sangat taat dan bersemangat untuk belajar.

Begitu mereka masuk ke kelas, mereka menjadi siswa dan mengabdikan diri untuk memperoleh pengetahuan baru yang berguna bagi kehidupan mereka.

Kredit: Facebook | India Jannat Hai Mannat Hai

Siswa tertua di sekolah tersebut adalah Sitabai Deshmukh yang berusia 90 tahun.

“Tidak pernah seumur hidup saya mengira saya akan mendapatkan kesempatan untuk pergi ke sekolah,” kata Sitabai.

“Ketika saya masih muda, keluarga saya miskin dan anak perempuan masih tidak memiliki kesempatan untuk pergi ke sekolah. Saya telah memiliki kehidupan baru sejak tahun lalu,” tambahnya.

Cucunya yang termuda, Anushka sering menemaninya ke sekolah dan juga membantunya mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Kredit: Facebook | Neeta Bhoir

Yogendra Bangar memutuskan untuk memulai sekolah ketika salah satu neneknya menyatakan keinginannya untuk belajar, sehingga setidaknya dia bisa membaca kitab suci.

Zilla Parishad membantunya membangun sekolah, tapi Yogendra tetap membayar semua peralatan sekolah dan perlengkapannya lainnya sendiri.

Yogendra memperlakukan sekolah seperti bayinya dan tidak menerima sumbangan apapun untuk menjalankan sekolah ini.

Dan sebagai guru, dia merasa bahwa ini adalah tugasnya untuk memberdayakan wanita dan membantu mereka merebut kembali martabat mereka sebagai seorang warga negara. (intan/rp)

Share

Video Popular