Erabaru.net.  Sebagai orang luar, kita sulit menyimpulkan masalah internal keluarga orang lain, kontradiksi antara bapak/ibu mertua dengan menantu itu penting sekali dalam hal tertentu.

Banyak perkawinan yang gagal dan hancur karena tidak harmonisnya hubungan antara mertua dan menantu.

Ada yang bahkan menyebut hubungan mertua–menantu itu sebagai “pengacau pernikahan.”

Jadi, menangani dengan baik hubungan antar mertua-menantu itu adalah masalah yang harus diperhatikan setiap keluarga.

Perlu diketahui, jika hubungan antar mertua–menantu tidak berjalan dengan baik, maka kehidupan keluarga juga tidak akan harmonis, pertengkaran besar dan kecil akan susul-menyusul, dan dipastikan tidak bermanfaat sedikit pun bagi anak-anak yang hidup di bawah lingkungan seperti ini.

Tapi kenyataannya, banyak keluarga yang bisa menangani dengan baik hubungan ini.

Contohnya Helen, yang kontradiksi dengan ibu mertuanya, baru-baru ini bertanya pada teman-temannya, “Apakah menantu punya kewajiban berbakti pada bapak-ibu mertuanya? Apakah menantu punya kewajiban berbakti pada mertuanya?”

Masalah ini banyak didiskusikan, tapi beberapa jawaban menantu berikut ini benar-benar “super” sekali.

Internet

1. Menantu punya tanggung jawab berbakti pada mertua, tapi tidak wajib.

Secara hukum di negara tertentu, tidak ada peraturan yang jelas tentang ketentuan seorang menantu harus berbakti pada ibu mertuanya.

Sederhana saja, contoh sangat jelas misalnya kita bandingkan orangtua kita dengan bapak-ibu mertua.

Mengapa kita harus berbakti kepada orang tua kita?

Orang tua merawat dan membesarkan anak-anaknya, sang anak pun melayani/berbakti kepada ayah-ibunya sebagai orang tua.

Karena orang tua punya budi melahirkan, mendidik dan mengasuh kita, bisa dikatakan punya jasa yang mulia, jadi tidak salah kalau kita melakukan apapun untuk orang tua.

Tapi bagaimana dengan hubungan antara mertua dan menantu?

Tidak ada budi sebagaimana tersebut di atas ini.

Lagipula dalam hukum waris di negara tertentu, urutan untuk ahli waris pertama adalah istri dan anak-anaknya, kemudian baru saudara laki-laki.

Tidak menyebutkan apa pun tentang menantunya, kalau memang demikian, kenapa orang-orang meminta menantu harus berbakti tapi tidak memberinya sedikit warisan?

Di sini ditekankan, sebaiknya menjadi perhatian para saudara perempuan, warisan untuk suami Anda tidak ada hubungannya denganmu, saat cerai juga kamu tidak akan mendapatkan sepeser pun.

Kalau begitu, siapa yang mendapatkan warisan dialah yang berbakti, bukankah sangat adil?

Namun, menantu punya kewajiban moral berbakti pada ibu mertua, tapi bakti moral ini tidak serta merta menerimanya dengan cara mengalah secara membabi buta, tapi dibangun di atas kesetaraan dan kasih sayang!

Jika anda tidak pernah mengorbankan apa pun untuknya saat ia baru menjadi menantu anda, dimana saat menantu anda menghapai masalah yang sulit, tapi anda tidak membantunya, maka ketika menghadapai orang asing seperti ini, selain tidak ada budi melahirkan dan membesarkannya, jadi atas dasar apa sang menantu harus berbakti pada anda, dan apa dasarnya menyuruh menantu menuruti anda? Apa karena anda tua?

Internet

2. Kewajiban secara moral berbakti. Sebenarnya, banyak menantu ingin mencoba berusaha berbakti kepada bapak-ibu mertuanya, tapi ada mertua yang sikapnya benar-benar membuat kecewa para menantunya!

Sikap mertua ini cenderung diskriminatif, lebih kental/memihak pada putri kandungnya sendiri daripada menantunya, dan memperlakukan menantunya seperti musuh.

Sikap mertua seperti ini, tentu saja akan menimbulkan ketidakpuasan dan konfrontasi. Karena itu  ada menantu yang bersikap tidak peduli untuk merspon sikap si mertua.

Namun, sebagai tanggapannya si mertua lalu segera mengambil langkah selanjutnya, menebarkan kabar bahwa menantunya tidak berbakti.

Sehingga lama kelamaan, dipastikan keluarga ini akan hancur berantakan.

Menantu boleh saja berbakti pada mertuanya, namun syaratnya mertua harus bersikap baik pada menantunya.

Disini, saya ingin bertanya kepada para calon mertua yang melakukan segala kemungkinannya meminang menantu, kemudian bersikap tidak baik setelah sah menjadi menantunya.

Kalau memang telah meminang anak perempuan keluarga lain sebagai menantu, sebaiknya bersikap baiklah padanya.

Asal tahus saja, roda hidup terus berputar, apa yang kamu tanam itu juga yang akan kamu petik.

Internet

3. Baik tidaknya sikap suamimu padamu, pada keluargamu ini barulah kunci apakah kamu berbakti pada mertuamu atau tidak.

Ada pepatah yang mengatakan hubungan yang baik antara mertua dan menantu itu kuncinya terletak pada hubungan antara suami dan istri.

Kalau hubungan suami-isteri terjalin harmonis, maka tidak akan memicu kecemasan kepala keluarga, dengan begitu baru tidak akan terjadi kontradiktf lebih lanjut.

Seorang pria, jika memang benar-benar mencintai istrinya, dia juga akan mencintai dan menyayangi orang tua suaminya.

Sebagai seorang pria, kamu menikahinya, dan kamu memilikinya, maka kamu memiliki tanggung jawab untuk merawatnya seumur hidup.

Kamu harus memahami wanita yang menjadi isteri kamu itu, memahami kesulitan dan dilemanya, kalau melihat kesulitannya, kamu harus menyayangi dan melindunginya.

Meski ada kontradiksi antara mertua-menantu, tapi terhadap cintamu itu, ia juga akan secara aktif menunjukkan kelemahannya untuk menyelesaikan konflik yang terjadi, meski karena itu dia harus tersiksa secara batin.

Karena dia tidak ingin hubungan antar mertua-menantu itu membuat kamu serba salah, merusak suasana harmonis kalian.

Dan kaum pria, jika anda ingin isteri anda berbakti pada mertuanya atau orang tuamu itu, maka anda juga harus bersikap baik pada keluarganya, rasa ini saling bertaut, saling berdampingan satu sama lain dan indah.

Jika seorang pria hanya tahunya meminta secara membabi buta, tapi tidak tahu bagaimana berkorban, maka pernikahan itu hanya akan berakhir dengan kegagalan.

Sebagai menantu, kita cukup menghormati dan santun pada mertua.

Tetapi jika harus berbakti pada mertua, maka sebagai kaum perempuan sebaiknya renungkan beberapa hal tersebut di atas.

Bagaimana menurut Anda? Ulasan di atas adalah sekadar berbagi pandangan. Pembaca boleh setuju atau tidak. Bebas berpendapat. (jhony/rp)

Sumber: kknews.cc

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular