Erabaru.net. Sesekali baik manusia maupun hewan menemukan teman di tempat yang tidak mungkin atau teman yang tak pernah kita duga sebelumnya. Dan itulah yang terjadi pada seekor gajah bayi yang menggemaskan bernama Ubuntu ini.

Ubuntu, yang kemudian kemudian dijuluki sebagai “Ellie,” adalah bayi gajah yang telah diabaikan oleh keluarga gajah.

Ketika staf di Panti Asuhan Fundimvela Thula Thula Rhino (FTTRO) bertmeu dengan Ellie, ia mencoba membantu menyatukannya kembali dengan keluarganya, namun sayangnya, keluarga gajah menolak kehadiran Ellie karena suatu alasan.

Selama ini, mereka juga menyadari bahwa Ellie sangat menderita karena suatu penyakit.

Karen Trendler, pakar respons rehabilitasi dan krisis di FTTRO, menjelaskan, “Kami menyadari bahwa dia benar-benar memiliki hernia umbilikus besar, yang berarti seluruh pusarnya terbuka dan mudah terinfeksi bakteri dan virus penyebab penyakit.”

“Dan Itu mempengaruhi suplai darahnya. Dalam 99% kasus, penyakit ini menyebabkan dampak  fatal bagi para penderitanya,” tambahnya.

Tapi staf FTTRO sama sekali tidak menyerah pada bayi Ellie. Mereka bahkan berusaha membuat obat dengan formula buatan mereka sendiri.

Terlepas dari kenyataan bahwa Ellie menderita sakit secara fisik, ia juga menderita penyakit psikologis karena ditolak dari kawanannya.

Perwalian satwa liar (via the Daily Mail ), menjelaskan, “Saat hewan ditolak atau diabaikan keluarganya sejak ia lahir, menyebabkan gairah psikologis gajah menurun drastis.”

Sumber: Screenshot Video

“Bayi gajah merasa sangat penting untuk menjadi bagian dari kelompok keluarga gajah dan ia pun membutuhkan keintiman, hubungan, dan kenyamanan dari keluarganya untuk menjadikan psikologisnya stabil”.

Daily Mail selanjutnya menjelaskan bahwa jenis pengalaman traumatis bahkan dapat menyebabkan tanda-tanda penyakit di tubuh fisik sang gajah. Salah satu contohnya adalah ia bisa menderitadiare, yang bisa mematikan anak gajah yang berhati “rapuh”.

Karen Trendler menjelaskan, “Gajah betina ada di sini. Dia sangat lemah dan menderita. Dia tidak begitu tertarik untuk melakukan apapun. Dia sangat lesu dan tak memiliki gairah untuk hidup. “

Bagaimanapun, situasi tersebut akhirnya bisa berubah, tepatnya ketika staf FTTRO memperkenalkan Ellie kepada teman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, yakni… seorang anak anjing bernama Duma!

Karen Trendler berkata, “Kami memperkenalkan Duma dan gajah di tumpukan pasir, dan segera saja, mereka secara perlahan melakukan interaksi satu sama lain.”

“Ini juga berdampak besar pada kesehatan psikologis gajah, karena dia tiba-tiba mulai sedikit tertarik dan memiliki gairah untuk hidup lagi!”

Keduanya tumbuh sangat dekat. Kini, para staf kesulitan untuk memisahkan Duma dari gajah kecil yang sangat dia sukai.

Sayangnya, bagaimanapun, persahabatan kedua hewan beda spesies ini harus segera berakhir karena kesehatan Ellie yang terus memburuk.

Tampaknya cinta dan persahabatan Duma dengan Ellie tidak cukup untuk membantu gajah kecil itu melalui badai.

Setelah pertempuran selama 5 bulan dengan penyakitnya, kondisi gajah kecil itu memburuk dan akhirnya, ia pun harus pergi meninggalkan dunia ini.

Karen Trendler, yang mengatasnamakan Panti Asuhan Thula Thula Rhino menulis, “Dengan kesedihan yang mendalam dan begitu banyak air mata, kami membawa kabar buruk bahwa Ellie telah meninggalkan dunia ini, sesaat sebelum tengah malam pada hari Selasa malam, setelah kondisi kesehatannya menurun drastis.

“Ellie telah kembali ke alamnya,” lanjutnya.

“Ia dikubur di tempat khusus di Thula, dimana rohnya akan bisa berkeliaran dengan para kawanan gajah.”

Meskipun Ellie memiliki banyak cobaan hidup yang berat, dia cukup beruntung telah menemukan FTTRO dan Duma, yang membuatnya bahagia di sini, walau hanya sekejap. Ia juga sempat merasakan cinta dan kasih sayang yang sangat besar.

Beristirahatlah dengan tenang, Ellie. (intan/asr)

Sumber: Earth Touch, Kredit gambar: Zululand Observer

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular