Erabaru.net. Ketika keluarga ini pergi ke gereja, mereka tidak pernah berharap untuk menemukan anjing mereka ditembak dan ditinggalkan dalam kondisi mengenaskan ketika mereka pulang.

Namun tampaknya, mimpi buruk itu benar-benar terjadi, ditambah dengan sebuah catatan terpasang di depan pintu, yang membuat mereka terkejut.

Ketika Angie Laymon dan keluarganya kembali ke rumah sepulang dari gereja di Oklahoma, mereka menemukan Bruno, anjing keluarga mereka, berdarah karena luka tembak.

Mereka pun segera membawa Bruno ke dokter hewan. Untungnya, sang dokter bisa menyelamatkan hidupnya, meski salah satu kaki anjing itu harus diamputasi.

(Foto : Facebook | Angie Harp)

“Saat kami sudah jauh meninggalkan rumah, ada gangguan di rumah tetangga yang menyebabkan adanya panggilan ke Kantor Kepolisian Rogers County. Petugas kepolisian yang menjawab telepon memutuskan untuk datang ke rumah kami, tapi tidak ada orang di rumah,” tulis Laymon di laman Facebook.

“Petugas tersebut sempat bertemu dengan anjing Shepard Jerman saya, namun ia mengabaikan peringatan dari anjing saya, dan terus mendekati rumah tersebut.

“ Saat sampai di rumah, dia merasa terancam dan spontan menembak anjing saya. Kemudian dia menempelkan sebuah catatan di pintu untuk memberi tahu saya bahwa dia tak sengaja menembak anjing saya, dan dia membiarkan anjing saya berdarah sendirian di rumah.”

“Sebenarnya polisi tersebut memiliki banyak pilihan untuk menyuruh rekan sesama polisinya untuk membantu menolong anjing saya, atau membawanya ke dokter hewan dengan mobilnya. Tidak masuk akal jika ia lantas tak melakukan apa pun dan membiarkan anjing saya seperti ini,” tulis Laymon yang kesal akan sikap polisi ini.

 

(Foto : Facebook | Angie Harp)

Menurut Fox23 News, pihak kepolisian setempat sudah mencoba untuk menghubungi keluarga, namun tidak berhasil. Akan tetapi, belum ada penjelasan mengapa anjing yang cedera itu ditinggalkan di teras dalam keadaan seperti itu.

“Saya ingin pihak kepolisian Rogers County membuat sebuah peraturan untuk menyadarkan para polisi bahwa hewan peliharaan termasuk anggota keluarga, dan kejadian seperti ini seharusnya dihindari,” tulis Laymon di Facebook.

“Kami sangat berharap peraturan tersebut bisa membawa perubahan. Kami ingin melihat masing-masing petugas hukum menerima pelatihan tentang bagaimana menangani hewan peliharaan, terutama saat mereka sedang bertugas di rumah yang memiliki hewan peliharaan.”

“Kami ingin membuka mata kalian untuk mengetahui bahwa ini bukan hanya hewan peliharaan semata, mereka juga sudah menjadi bagian dari anggota keluarga kami. “

“Kami ingin ada peraturan untuk memberikan dukungan dan perawatan saat petugas kepolisian melukai seekor binatang, sesuatu yang lebih masuk akal dilakukan dari sekadar meninggalkannya di teras dalam kondisi berdarah-darah, dan hanya meninggalkan sebuah catatan sederhana tak penting.”(intan/yant)

Sumber: ntd.tv

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular