Seorang Ayah Ini Memiliki Kehidupan Kelam, Bahkan Pernah Kecanduan Narkoba. Lalu, Dia Mulai Bermeditasi, dan Beginilah Kondisinya Saat Ini

158
Courtesy Steve Lancione

Erabaru.net. Seorang pensiunan masinis berusia 61 tahun ini mulai menggunakan narkoba pada usia 15 tahun.

Tersiksa akibat kecanduan selama beberapa dekade, dia melakukan tindakan drastis untuk menghilangkan kebiasaan buruknya, termasuk mencari pengobatan alternatif berkali-kali.

Inilah kisah bagaimana dia akhirnya mampu mengalahkan kebiasaan buruknya itu, tanpa melakukan rehabilitasi.

Steven Lancione bersama istri dan dua anaknya setelah mengalahkan kecanduan narkoba. Sumber: NTD TV

Steven Lancione, pria bertubuh tinggi dan berwajah tampan, dengan rambut keren dan sering tersenyum.

Dia berbicara langsung, dengan penuh semangat dan ketulusan.

Saat melihatnya, Anda tidak akan pernah mengira kalau dia pernah memiliki kehidupan kelam di masa lalu, bahkan ia pernah kecanduan narkoba selama beberapa dekade.

Lahir dari Ibu dan Ayah yang tidak berpendidikan, Steve tumbuh dengan kesepian dan tanpa kasih sayang.

Pada sebagian besar waktu di masa lalu, ia tak bisa melampiaskan rasa kesepiannya, sampai pada usia 15 tahun, ketika dia menemukan fakta bahwa obat-obatan setidaknya bisa menutupi rasa kekosongan dan rasa sakit yang terus-menerus, dia pun memutuskan untuk mengonsumsinya hingga kecanduan.

“Obat-obatan tertentu … mereka membuat Anda merasa tenang dan selalu senang,” katanya.

“Sepanjang hidup, saya tidak pernah benar-benar merasakan hal itu, karena Ibu selalu bersenang-senang sendiri. Jadi saya mungkin mencari sesuatu yang bisa memberi saya kenyamanan dan kebahagiaan.”

Sebagai seorang anak, Steven Lancione sering ditinggalkan bersama kerabatnya saat ibunya berpesta dari siang hingga malam.

Dia mulai menghisap ganja dan kemudian beralih menggunakan mescaline, atau LSD. Pada usia 20 tahunan, ia beralih mengonsumsi kokain.

Pada saat dia mencapai usia 30-an, dia beralih ke opioid dan heroin.

“Awalnya memang sedikit menggairahkan. Tapi kemudian hal itu tumbuh menjadi pengalaman yang paling menyakitkan. Saya merasa hidup saya sepi dan gelap,” ujarnya.

Ketika ia masih remaja, ibu Steve mulai berkencan dengan mantan penipu yang baru saja dibebaskan dari penjara setelah 25 tahun lalu melakukan pembunuhan.

Bersama-sama, pasangan tersebut merencanakan perampokan dan mulai menyelundupkan ganja dari Jamaika.

Tapi mereka tahu jika mereka tertangkap, hukuman penjara akan menghampiri mereka.

Sebagai gantinya, mereka memutuskan untuk mengirim Steven berusia 15 tahun untuk mengantarkan obat-obatan, karena ia masih kecil, dakwaan akan berkurang.

Untuk sementara itu berhasil, sampai keberuntungannya habis.

“Saya memiliki stok narkoba dan ganja di bawah celana, dan saya ditangkap di bandara Miami dan dimasukkan ke dalam penjara sampai diadili. Mereka akhirnya menyatakan saya bersalah dan menjatuhkan hukuman, sejak saat itu aku memiliki sebuah catatan kriminal,” kata Steven.

Menjelang usia 20-an, Stevenpun melakukan pekerjaan untuk sindikat kejahatan terorganisir di Boston, di mana dia akhirnya menghasilkan uang sebesar $ 5.000 – $ 10.000 per hari.

Bekerja di bidang itu tentu membuatnya tak bisa lepas dari jeratan narkoba.

Bahkan parahnya, jika ia tak mengkonsumsi narkoba sehari saja, dia hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur.

(51fifty / CC-BY-SA-3.0)

Suatu malam, Steven sedang berpesta di sebuah klub malam, di mana dia bertemu dengan seorang perawat cantik berambut pirang bernama Roberta.

Keduanya menjadi tak terpisahkan, dan tak lama kemudian Steven melamarnya.

Meskipun Roberta tahu dia mengkonsumsi obat terlarang, dia sama sekali tidak tahu tingkat kecanduannya, ataupun hubungannya dengan orang banyak termasuk para pemakai dan pengedar.

Mereka sudah menikah, dan akhirnya mereka memiliki seorang putra dan putri. Tapi rahasia Steven mulai terkuak.

Dia tahu dia harus menemukan jalan untuk bisa lolos dari dunia kejahatan, apalagi mafia sindikat itu tidak akan membiarkannya pergi dengan mudah dan pasti membuat keluarganya beresiko.

Untung, saat dia merencanakan pelariannya, FBI menangkap beberapa atasan utama Steven, dan bawahan mereka setuju untuk menghindari penuntutan.

Itu hanya gangguan yang dibutuhkan Steven, dan dia mendapat kesempatan untuk keluar.

Itu adalah kesempatan untuk memulai hidup baru. Usaha pertamanya untuk bisnis yang halal adalah bekerja di perusahaan real state.

Namun, ia tidak bisa mengurangi kecanduannya, dan untuk pengobatannya, ia membutuhkan biaya sebesar ribuan dolar per bulan.

Dia akan mencoba berhenti kadang-kadang dengan pergi ke ruang bawah tanahnya berhari-hari sampai gejala kecanduannya mereda.

Suatu ketika, dia bahkan pergi ke pusat rehabilitasi. Tapi dia tidak akan pernah merasa tenang selama lebih dari seminggu sesudahnya.

(damongrosso / CC-BY-SA-2.0)

“Kehidupan keluarga kita sangat tidak stabil,” kata Roberta.

“Saya menghabiskan sebagian besar hari-hari saya untuk mengendalikan segala hal, berusaha menjaga penampilan luar, memastikan semuanya selesai dan berusaha membesarkan anak-anak dan menutupi penyalahgunaan obat-obatan Steven.”

Roberta tahu bahwa kecanduan suaminya didorong oleh kehampaan yang dalam dan rasa sakit emosional yang tidak terselesaikan.

Meskipun dia mempelajari semua metode untuk mengatasi kecanduan, dia tahu semua itu tidak akan berhasil untuk Steven.

“Saya akan berdoa setiap hari kepada tuhan dan berkata ‘tolong beri dia sesuatu untuk mengisi kekosongan yang dia rasakan yang membuat dia menggunakan [obat terlarang],'” katanya.

Secercah harapan

Roberta akhirnya menemukan jawaban atas doanya sendiri. Dia membolak-balik koran lokal suatu hari ketika dia menemukan sebuah artikel tentang sebuah seminar yang berlangsung di perpustakaan yang mengajarkan kepada orang-orang secara gratis Falun Gong, sebuah praktik meditasi tradisional Tiongkok.

Dia tahu Steven tertarik pada spiritualitas, jadi dia memotong artikel itu dan memberikannya kepadanya, mendorongnya untuk pergi.

“Sedikit yang saya tahu tentang Falun Gong terdengar seperti apa yang dibutuhkan Steven,” katanya.

“Persis seperti apa yang dibutuhkan seluruh keluarga kami.”

Steven setuju untuk menghadiri seminar tersebut, di mana dia bertemu dengan dua praktisi Falun Gong, yang mana merupakan seorang dokter yang lembut dan istrinya.

Mereka menyuruhnya untuk datang ke Boston Common keesokan harinya jika dia ingin belajar latihan dan meditasi Falun Gong.

Praktisi Falun Gong melakukan meditasi duduk di Boston Common minghui.org

Steven pun datang, dan setelah mencari di taman, dia tersesat dan hampir menyerah sebelum akhirnya menemukan kelompok meditator.

Saat dia berjalan menuju mereka, hatinya tersentuh dengan tampilan sederhana ketenangan dan kedamaian di wajah mereka.

“Saya hanya secara intuitif di dalam jiwa tahu bahwa itu adalah kekuatan sejati. Dan saya yakin itu,” kenangnya.

“Saya benar-benar berkeliling taman seperti anak kecil. Saya hanya tahu dengan melihat mereka duduk di sana bahwa itulah jawabannya.”

Ketika dia mulai berlatih dan membaca tentang prinsip-prinsip Falun Gong dalam teks utama praktik ini, “Zhuan Falun,” dia tertarik pada ajaran budayanya sendiri.

Kultivasi Falun Dafa mencakup penyempurnaan tubuh dan pikiran dengan latihan, meditasi, dan peningkatan karakter seseorang dengan mengikuti prinsip-prinsip Sejati, Baik, dan Sabar dalam kehidupan sehari-hari.

Dulu dipersiapkan untuk menjadi penyelundup narkoba dan kriminal oleh ibunya, Steven menemukan penghiburan dalam panduan prinsip sederhana yang lurus.

Saat dia mencoba mengikuti latihan itu lebih dan lebih lagi, dia merasakan kedamaian dan kenyamanan di dalamnya.

Pixabay.com

“Pemahaman saya adalah bahwa jika Anda benar-benar mempraktikkan prinsip-prinsip seperti itu yang seharusnya dipraktekkan, ini akan membuka sesuatu yang mendalam di dalam jiwa dan jiwa Anda yang sangat kuat. Dan saat Anda memanfaatkan kekuatan itu, Anda menjadi sangat yakin akan semuanya,” katanya.

Tapi dengan cepat menjadi jelas bagi Steven bahwa mengikuti sejati, baik, dan sabar tidak semudah yang terlihat, khususnya mengendalikan kemarahan.

“Saya tidak pernah mengerti sama sekali. Sebagai orang Amerika bahkan tidak pernah memikirkan. Jika sesuatu terjadi pada Anda, Anda akan selalu mencoba dan melawan, atau mencari cara untuk membalas dendam pada seseorang,” katanya.

“Sejak berlatih Falun Dafa, saya sekarang mengerti kesabaran dan jika Anda benar-benar dapat mempraktikkan kesabaran, ini akan memberi Anda kekuatan.”

Hidup berubah

Saat Steven berfokus untuk meningkatkan karakternya, dan menikmati rasa damai baru dalam hidup, hampir tak terasa, dia kehilangan dorongan untuk menggunakan narkoba sama sekali.

Pertama dia berhenti selama seminggu, lalu berubah menjadi sebulan, lalu setahun.

Roberta melihat perubahan dalam dirinya dengan cepat. Sikapnya berubah dari pemurung dan cemberut menjadi ringan dan ceria.

Dia menjadi bisa diandalkan dan mulai membantu lebih banyak di sekitar rumah. Biasanya dia licik dan tertutup, kini dia jujur padanya.

Mereka bisa membicarakan masalah keluarga dengan tenang, tanpa berkelahi.

“Sebelum berlatih Falun Gong Steven selalu memiliki hati yang baik dan ingin melakukan yang benar namun tidak pernah tahu bagaimana melakukannya. Dia akan terus-menerus meninggalkan dan mengecewakan keluarga. Kami tidak bisa mempercayainya,” kata Roberta.

“Sejak berlatih Falun Gong, semangatnya sangat ringan, dia menyenangkan berada di sekitar kami. Saya merasa aman saat berada bersama anak-anak. Dia jujur, dia bisa ditebak, dia bertanggung jawab. Hidup kami berjalan lancar. Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan.”

Steven Lancione melakukan latihan Falun Dafa di tempat latihan di Chinatown Boston. Sumber NTD TV

Sikapnya juga berubah. Biasanya mudah marah dan mudah frustrasi, kini dia menjadi lebih toleran dan sabar terhadap anak-anaknya.

Sebelumnya, saat melihat anaknya, Steven Jr., bermain olahraga, sifat kompetitifnya akan meledak dan dia akan menjerit pada anaknya karena melakukan kesalahan atau tidak memberinya 100 persen.

Sekarang, dia telah meminta maaf kepada anaknya akan kemarahannya yang lalu, dan bersumpah untuk tidak pernah memperlakukan hal seperti itu lagi.

Steven Lancione bersama istri, anak laki-laki, dan anak perempuannya. Courtesy Steve Lancione

Di masa remaja, Steven Jr mulai menyusuri jalan yang sama seperti ayahnya-berkecimpung dalam narkoba, geng, dan kejahatan.

Kegembiraan Steve dan Roberta, anak mereka juga berlatih. Menjadi pemandangan biasa untuk melihat ayah dan anak duduk bermeditasi bersama di ruang tamu atau membaca “Zhuan Falun” dan mendiskusikan pemahaman dan pengalaman mereka.

“Perilakunya berubah. Dia tidak hanya berhenti minum obat bius, tapi minum-minuman keras, memaki, merokok, berbohong, selingkuh-dia sudah berhenti melakukan semuanya. Sungguh sebuah perubahan yang luar biasa. Semua orang yang kita kenal benar-benar tercengang,” kata Steven.

Roberta menyaksikan sendiri perubahan ajaib ini. Setelah melihat betapa kuatnya kehidupan suami dan anak laki-lakinya, dia mulai merekomendasikan praktik tersebut kepada kliennya di pusat rehab narkoba.

“Di ruang gawat darurat tempat saya bekerja sekarang, saya melihat anak laki-laki muda datang yang mengingatkan saya akan di mana anak saya berada. Jadi saya ceritakan kisahnya kepada mereka. Saya memberi mereka pamflet tentang Falun Gong. Meskipun saya sendiri bukan seorang praktisi, saya tahu betapa indahnya Falun Gong itu dan apa hal bagus yang dibawanya,” katanya.

Steven Lancione bersama keluarga dan teman – temannya. Courtesy Steve Lancione

Sudah lebih dari 15 tahun sejak Lancione terakhir menggunakan narkoba. Saat dia berbicara tentang bagaimana hidupnya berubah, dia menitikkan air mata.

“Falun Gong memberi saya kenyamanan dan stabilitas yang saya butuhkan seumur hidup saya,” katanya.

“Saya merasa keluarga saya layak menjalani sisa hidup bersama saya untuk tetap solid, bersih dari narkoba, tenang dan damai. Saya sekarang memiliki kesempatan lain dengan kebijaksanaan, pemahaman, dan pelajaran hidup baru.” (Intan/rp)