Erabaru.net. Sebuah bus sekolah yang membawa 27 murid di Tampa, Florida,AS, tiba-tiba lepas kendali dan masuk ke kolam yang bertanda peringatan “Perhatian: Tempat Habitat Buaya”.

Seluruh anak-anak dalam bus tersebut menangis dan menjerit, ada seorang anak laki-laki yang tidak panik, dia hanya memikirkan satu hal – untuk melindungi keselamatan anak-anak lainnya.

Pada akhir musim gugur tahun 2015, pukul setengah dua sore, bus sekolah Mary E. Bryant Elementary School penuh dengan siswa anak-anak sedang berada di jalanan.

Baru keluar dari pintu gerbang balai kota, bus tersebut yang telah berusia 21 tahun lepas kendali, pertama menabrak pohon, sehingga jendela depan hancur, dan menabrak pohon lain, lalu langsung terjun ke dalam kolam yang berkedalaman 1,2 meter.

Karena di kolam ini buaya sering muncul, sehingga di sini dilarang berenang dan memancing.

Nicholas Sierra yang berusia 10 tahun adalah salah satu dari 27 anak yang ada di dalam bus tersebut.

Biasanya, sebagai kakak kelas yang duduk di kelas lima, dia adalah siswa “relawan kecil” yang membantu para murid menyeberangi jalan; pada saat kritis, diantara suara tangisan, dia tahu dia harus berusaha menyelamatkan temanya.

Nicholas segera mengambil tindakan. Dia pertama kali memegang seorang gadis yang paling kecil, mengangkatnya agar tak tenggelam , dan membiarkan kedua tangannya merangkul lehernya, membawanya keluar dari bus sekolah yang terbalik, membawanya dengan aman berenang sampai ke darat.

Anak laki-laki yang sangat tenang dan terkendali ini kembali ke bus itu, menyelamatkan seorang adik kelasnya, seorang anak laki-laki dan wanita yang duduk di kelas satu dan dua.

Dan setelah mendengar kabar, kantor polisi segera mengirim tiga petugas polisi bergegas ke tempat kejadian.

Petugas kepolisian mengatakan bahwa air di kolam sangat keruh dan berlumpur, antara anak-anak atau ransel mereka tidak dapat terlihat dengan jelas, namun mereka tetap berhasil menyelamatkan semua anak-anak tersebut.

Selanjutnya, mereka bersama sopir bus sekolah dan pihak sekolah berulang kali mengecek bahwa semua anak sudah terlepas dari bahaya.

Di antara 27 siswa, hanya satu siswa yang mengalami luka ringan, bahunya patah.

Reporter “Tampa Bay Times” pertama kali mewawancarai Nicholas, dengan kain selempang “relawan keamanan” masih menempel di tubuhnya yang masih basah.

Ketika ditanya pada saat terjadi kecelakaan apa yang pertama terlintas dalam pikirannya, dia berkata: “Jika mereka meninggal, saya hidup, itu tidak adil.”

“Jika mereka meninggal , saya masih hidup, itu tidak adil.” (Foto : screenshot)

Orangtuanya segera datang menjemput dan membawa pulang.

Dia mengatakan kepada orangtuanya bahwa kejadian tersebut seperti tidak nyata, “Ketika saat terjatuh ke dalam air, saya pikir ini adalah mimpi.”

Ibu tirinya Deborah Sierra mengatakan kepada media, anaknya setelah pulang sedikit berbicara dari biasanya, bergegas mandi, setelah berganti pakaian,duduk diam dan melihat laporan TV mengenai kecelakaan bus sekolahnya yang terjun ke kolam.

Dia dengan bangga mengatakan bahwa anaknya “terlahir sebagai pemimpin kecil”, “dia memiliki hati yang baik, selalu ingin membantu orang-orang di sekitarnya.”

Nicholas kemudian mengatakan kepada stasiun televisi lokal WFLA, kecelakaan itu membuatnya bermimpi buruk, “tapi hanya seminggu saja”.

Dia dan tiga siswa yang lain karena keberanian dan ketenangan mereka mendapat pujian dari pihak sekolah.

“Saya merasa seperti pahlawan, rasanya menyenangkan.” Nicholas ingin memberitahu kepada para siswa adalah bahwa “jika seseorang berada dalam bahaya, harus segera membantunya”.

Katanya, sekarang jika dia berjalan di jalan, sering orang asing datang dan memeluknya. Dia dan keluarganya juga diundang oleh tim bisbol lokal, Tampa Bay Rays, untuk menonton mereka berlatih sebelum bertanding dengan tim Boston.

Anggota Tim dengan gembira menghadiahkannya sebuah kaus yang bernomor 10 – 10 melambangkan usianya.

Dilaporkan bahwa bus sekolah sudah tua adalah masalah lama di distrik sekolah Nicholas, rencana peremajaan bus sering tertunda; setelah kecelakaan tersebut, departemen terkait segera mengajukan permohonan untuk membeli 200 bus baru.(hui/yant)

Sumer : dajiyuan

Share

Video Popular