Erabaru.net. Setiap orang memang diciptakan untuk belahan jiwanya, dan begitu takdir mempertemukan mereka, mereka pun jatuh cinta.

Bahkan, sepasang manusia ini tak sungkan menyebutnya sebagai “cinta sejati”.

Bagi Steve dan Hope, cinta hanyalah sebuah janji untuk menyadarkan sepasang manusia bahwa mereka ingin bersama selama sisa hidup mereka.

Pada tanggal tersebut, di awal tahun 2011, Hope jatuh cinta pada Steve, namun ia melihat sesuatu yang sangat aneh dalam gerakannya.

Saat dia mencoba membuka sebuah botol, tangannya gemetar dan dia kehilangan kendali atas botol itu. Jelas dia punya masalah.

Steve memiliki episode serupa lainnya dan telah mengunjungi 7 dokter yang berbeda, namun tidak ada yang bisa memberinya diagnosis tentang ‘penyakit’ yang ia derita itu.

Kemudian ia pun melakukan beberapa kunjungan ke dokter lagi, dan Steve didiagnosis menderita amyotrophic lateral sclerosis (ALS) pada usia 28 tahun.

Sayangnya penyakit mengerikan ini tidak bisa disembuhkan dan efeknya sangat menghancurkan, karena menyerang saraf yang mengendalikan otot-otot tubuh dan secara berangsur-angsur kehilangan fungsi dasar otot.

Kematian akan datang saat Anda kehilangan kemampuan Anda untuk bernafas dan jantung Anda berhenti berdetak.

Harapan hidup orang-orang ini sangat rendah: dari 3 sampai 5 tahun setelah munculnya gejala pertama.

Diagnosis penyakitnya tentulah sangat menghancurkan dan mengubah semua rencana yang dia miliki dengan Hope.

Tapi dia memutuskan untuk tinggal di sisinya meskipun ia tahu akhir cerita cintanya tak berakhir bahagia.

Dua bulan kemudian, pasangan tersebut memutuskan untuk menikah.

Pasangan ini memutuskan untuk memanfaatkan waktu mereka bersama-sama dan memulai perjalanan panjang melintasi Amerika Serikat.

Namun, setahun kemudian, gejala penyakit mulai menggerogoti organ tubuh Steve perlahan, hingga dia tak mampu berbicara.

Internet

Mereka harus kembali ke rumah mereka di Georgia.

Steve kehilangan hampir 30 kilogram berat badan dan kakinya lumpuh.

Hope sangat sedih ketika melihat kondisi suaminya yang kian memburuk setiap hari.

Internet

“Ketika saya melihatnya, ia terlihat lebih tampan dari sebelumnya, dia masih lucu. Tentu, dia tak bisa mencukur kumis dan janggutnya, tapi saya tetap menyukainya,” kata Hope.

Hari ini Steve hanya bisa berjalan sangat dekat dengan bantuan kursi listriknya, namun penyakitnya tidak berhasil melumpuhkan keinginannya untuk terus hidup dan tetap mencintai istrinya, yang rela meninggalkan pekerjaannya demi mengabdikan dirinya untuk merawat sang suami.

Internet

Bersama-sama mereka mendirikan “Drive”, sebuah proyek di mana Steve melukis dengan bantuan kursi rodanya dan menjual karya-karyanya untuk membantu membiayai biaya pengobatan penyakitnya.

Internet

Pasangan tersebut belum kehilangan harapan dan masih bermimpi menemukan obat untuk penyakit ALS yang dideritanya itu.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kisah Steve dan Hope, Anda bisa mengunjungi halaman Facebook “Hope for Steve“, di mana mereka menunjukkan bahwa cinta sejati tidak memiliki keterbatasan. (intan/rp)

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular