Suatu ketika, saat induk domba sedang menyusui domba kecil, seekor induk ayam menghampirinya dan berkata : “mama domba, akhir-akhir ini kamu kelihatan kurus, makanan yang kamu makan itu semuanya pindah ke perut domba kecilmu.

Coba lihat nih aku, aku tak pernah pedulikan mau makan apa anak-anak ayamku itu, biar mereka yang cari makan sendiri.

Induk domba yang tidak suka dengan ucapan induk ayam, lalu dengan ketus mengatakan : “Kamu bicaranya ngawur dan asal bunyi saja, pada akhirnya nanti melakukan kesalahan dan digorok lehernya, memangnya ada manfaatnya buat kamu ?

Setelah dengan sengaja membuat ayam itu pergi, domba kecilnya berkata : “Bu, ibu begitu sayang pada saya, bagaimana nanti aku membalas budi ibu?

“Ibu tidak perlu balasan apa pun darimu nak, selama kamu punya niat itu, ibu juga sudah puas,” kata ibu domba.

Tak terasa air mata domba kecil pun berlinang setelah mendengar kata ibunya, lalu berlutut di atas tanah, sebagai makna sulit untuk bisa membalas cinta dan kasih sayang ibu domba yang dalam.

Sejak itu, anak domba pun selalu berlutut setiap kali minum susu ibunya. Ia tahu sang ibu telah membesarkannya dengan air susu ibu, jadi minum susu sambil berlutut itu sebagai ucapan terima kasih anak domba atas susu sang ibu.

Inilah sekelumit cerita tentang anak domba yang menyusu sambil berlutut.

Setelah hening beberapa saat, pamannya kembali berkata : “Burung gagak saja tahu membalas budi atau berbakti dengan cara merawat dan menjaga ibu gagak yang sudah tua.”

“Sementara anak domba menyusu sambil berlutut sebagai ucapakan terima kasih, lantas bagaimana dengan manusia, yang katanya makhluk berakal, masa tidak tahu membalas budi, berbakti dan menghormati orangtuanya sendiri ?”

Mendengar kata-kata sang paman, keponakannya itu pun menangis seketika menyesali sikapnya pada orangtuanya selama ini.

Share

Video Popular