Pamannya tahu kalau anak itu telah menyadari kesalahannya, lalu menggendong seekor anak domba dan diberikan kepada keponakannya : “ Pulanglah nak, ortumu pasti sedang merindukanmu di rumah.”

Bocah itu terus berdendang “anak domba, anak domba….”di sepanjang perjalanan pulangnya, dan tak tahan ia pun memanggil “Ibu, Ibuuu…”

Sejak itu, bocah itu pun dikenal sebagai sesosok anak yang berbakti di mana-mana. Anak domba menyusu sambil berlutut, anak gagak menyuapi makan ibunya yang sudah tua tak mampu terbang lagi.

Sementara manusia, sebagai makhluk yang berakal justru harus lebih berbakti lagi, bukankah begitu.

“Seseorang lahir ke dunia mengandalkan orang tua, kemudian harus mengandalkan kerja keras mereka lagi untuk merawat dan membesarkan kita hingga tumbuh dewasa, dan menjadi sesosok orang seutuhnya. “

Ada berapa banyak ortu yang cemas dan khawatir sepanjang hari saat anaknya sakit, mereka tidak bisa makan dan tidur karena memikirkan keadaaan anaknya yang sakit.

Ada berapa banyak ortu yang rela berhemat demi anak-anaknya supaya bisa makan kenyang, dan berapa banyak ayah-ibu yang bekerja sampai lupa waktu makan dan istirahat demi agar anak-anakanya punya penghidupan yang lebih baik.

Segala sesuatu yang ayah-ibu kita lakukan semuanya demi kebaikan kita anak-anaknya.

Jadi, renungkanlah sejenak perjalanan hidupmu dari kecil sampai sekarang, semuanya itu tak bisa lepas dari peran orangtua.

Akhir kata, semoga ortu di dunia selalu dalam lindungan-Nya….

(joni/asr)

Sumber : Aboutfighter

 

Share

Video Popular