Erabaru. Mungkin kita setiap hari mebaca berita di internet atau melihat di layar televisi tentang perselisihan kecil yang berkembang menjadi kekerasan ekstrem, atau bahkan pembunuhan.

Kita semua pernah melihat berita utama yang mengejutkan, seperti “Pria yang membunuh rekan kerja hanya gara-gara salah paham”, atau “Perseteruan tetangga hanya gara-gara selokan pembuangan air”.

Kaisar Tang Taizong, kaisar kedua dinasti Tang.

“Bagaimana mungkin ada orang yang begitu gila dan tidak rasional?” Kita mungkin merasa puas pada diri kita sendiri. Tentu saja, ini adalah contoh ekstrem.

Namun, kita semua bisa berhubungan dengan yang namanya kehilangan kontrol pada suatu saat, entah itu sebuah kata kasar untuk pasangan atau perkataan verbal terhadap sopir yang memotong kita.

(Foto : Peshkova | iStock)

Sangat mudah untuk menyalahkan orang lain atau melampiaskan kemarahan Anda, tapi orang Tiongkok kuno memiliki cara yang berbeda untuk mengatasi ketegangan sosial yang tak terelakkan: ‘Toleransi’.

Membiarkan orang lain mengacaukan kedamaian batin Anda memberi mereka terlalu banyak kekuatan, pemikirannya berlanjut.

Lebih baik memaafkan kesalahan orang lain dan memahami kekurangan mereka. Dengan menunjukkan belas kasih, itu juga bisa memiliki efek mengubah orang lain dengan menyentuh hati mereka, atau bahkan mengubah masyarakat.

Sementara jika Anda dapat menahan diri untuk tetap tenang dalam menghadapi ketidakadilan, Anda tetap menguasai wilayah Anda sendiri dan menjaga kedamaian batin Anda tetap utuh.

(Foto : Peshkova | iStock)

Berikut adalah beberapa cerita legendaris tentang toleransi yang besar dari budaya tradisional Tiongkok. Mereka mungkin hanya memberi Anda inspirasi saat rekan kerja Anda mengambil makan siang Anda dari lemari es kantor.

Share

Video Popular