Erabaru.net.  Seorang musafir melihat seorang nenek di pinggir sungai di sebuah jembatan, tampaknya si nenek lagi bingung untuk menyebrangi sungai itu.

Musafir yang sudah kelelahan dan hampir menguras habis tenaganya itu membantu nenek menyebranngi sungai.

Setelah melewati sungai, si nenek pun langsung pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun.

Musafir itu tampak sangat menyesal. Dia merasa sepertinya tidak sepadan menguras tenaganya untuk membantu nenek itu, karena sepatah kata “terima kasih” pun tidak dia dapatkan dari si nenek.

Tapi siapa sangka, beberapa jam kemudian, saat dia sudah tidak mampu berjalan lagi saking lelahnya, seorang pemuda menyusulnya.

“Terima kasih telah membantu nenek saya, nenek saya menyuruh saya membawakan sesuatu untuk Anda, katanya anda memerlukannya,”  kata si pemuda.

Kemudian, anak muda itu mengambil makanan kering, dan kuda yang ditungganginya juga diberikan kepada si musafir.

Tidak perlu terburu-buru untuk segera mendapatkan semua jawaban dari hidupmu, terkadang, Anda harus bersabar dan sebagainya.

Meski Anda berteriak sekali pun juga harus tunggu sebentar baru bisa mendengar gema yang panjang itu.

Dengan kata lain, hidup pasti akan memberikan jawabannya, tapi tidak akan segera memberitahu semuanya kepada Anda.

Balasan atas suatu pertolongan itu tidak harus segera terjadi. Selama Anda mau menunggu, maka indahnya hidup itu, akan selalu mengiringimu tanpa Anda sadari.

Semuanya adalah rencana terbaik.

Ketika Anda dalam kesulitan, merasakan banyak hal yang tidak berjalan mulus, cinta, pekerjaan, karir, cita-cita semuanya jadi gelembung, lalu larut dalam keputusasaan, cobalah ubah sudut pandang anda melihat masalah itu.

Lalu katakan pada diri sendiri, “Semuanya adalah rencana terbaik, berkah dan bencana berjalan seiring, dan siapa tahu akan terjadi perubahan yang mengejutkan di masa depan.”

Ada satu cerita seperti ini.

Ada seorang raja yang sangat suka berburu, dan seorang abdi yang selalu menemani sang raja.

Kalimat yang sering diucapkannya, “Semuanya adalah rencana terbaik.”

Suatu hari, raja pergi berburu bersama abdinya, selama berburu raja bertemu dengan seekor binatang buas dan menyerangnya.

ILUSTRASI. i.ytimg.com

Abdi Raja berupaya keras hingga akhirnya berhasil membunuh binatang itu, namun, sang Raja terlanjur kehilangan satu jari tangannya.

Raja yang tidak percaya dengan seberapa baiknya Tuhan ini pun memanggil abdinya.

Tak tahunya abdinya justeru berkata sambil tersenyum, “Paduka Yang Mulia, jangan berkecil hati, apa pun yang dilakukan-Nya itu, semuanya adalah rencana yang terbaik.”

Sang raja sangat marah ketika mendengar penjelasan abdinya, “Bagaimana kalau kamu saya kurung ke penjara, apakah ini juga rencana terbaik?”

“Jika memang begitu, saya yakin, itu adalah rencana yang terbaik,” kata abdinya tersenyum.

Jawaban abdi itu sontak membuat Raja marah, lalu memerintahkan mengurungnya.

Sebulan kemudian, setelah luka raja sembuh, ia pun kembali berburu. Tapi kali ini sang Raja ditangkap oleh sekelompok manusia primitif.

Suku primitif itu kemudian meletakkan sang Raja di atas altar, dan ketika hendak mengorbankan nyawa sang Raja, manusia primitif itu sangat kecewa saat melihat persembahannya (Raja) kurang satu jari tangan, lalu melepaskannya.

Menurut pandangan mereka, persembahannya tidak sempurna, tidak dapat digunakan untuk ritual.

Raja sangat gembira, setelah kembali ke istana, raja memerintahkan untuk membebaskan abdinya, menggelar jamuan makan untuk sang abdi, kemudian raja berkata pada abdinya, “Benar sekali apa yang kamu bilang, ternyata memang semuanya adalah rencana terbaik. Hampir saja saya dibunuh oleh orang-orang liar, untungnya karena kurang satu jari tangan, sehingga saya dilepaskan!”

Tapi yang menjadi pertanyaan saya adalah “Kalau memang Tuhan itu baik, lalu mengapa Ia membiarkan saya mengurungmu ke dalam penjara?”

“Yang Mulia, seandainya saya ikut Yang Mulia pergi berburu waktu itu, maka sayalah yang akan dikorbankan sebagai pengganti Yang Mulia karena jari tangan saya lengkap.”

Raja tidak bisa menahan gelak tawanya, dan berkata, “Benar sekali, semuanya adalah rencana-Nya yang terbaik!”

Cerita ini menyiratkan sebuah kebenaran. Ketika kita menghadapi hal-hal yang tidak menyenangkan, semua ini pasti merupakan rencana terbaik!

Kita biasanya kerap berkeluh kesah terhadap hal-hal negatif yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari, dan lupa bahwa tidak ada satu hal pun yang terjadi itu tanpa alasan, semua yang terjadi dan dialami itu pasti ada hikmahnya.

ILUSTRASI. ae01.alicdn.com

Kita seyogianya menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada-Nya.

“Semuanya adalah rencana Tuhan yang terbaik”, Apakah Anda tahu mengapa informasi ini bisa sampai ke tangan Anda?”

Saya tidak tahu, tapi Tuhan tahu, karena Ia tidak pernah membuat kesalahan.

Jalan Tuhan dengan kata-katanya itu sempurna dan tanpa cacat.

Itu adalah jalan yang harus dilalui oleh semua hamba-Nya yang berkeyakinan.

Tidak ada keraguan sedikitpun, informasi itu tiba tepat pada waktunya.

Mudah-mudahan Tuhan membuat Anda punya pemikiran untuk membagikannya kepada orang lain.

Tidak perlu malu menyampaikan informasi ini kepada orang yang tepat.

Tuhan maha tahu segalanya, dan Ia tidak akan pernah melakukan kesalahan, karena Ia Maha Sempurna!

Jadi, semuanya adalah rencana terbaik-Nya, selalu bersyukur atas segala sesuatu yang dialami dalam hidup ini. (jhony/rp)

Sumber: twgreatdaily

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular