Erabaru.net. Beberapa kekeliruan tersebar di masyarakat terkait penanganan pertama pada bisa ular.

Misalnya seperti mengeluarkan bisa racun dengan cara menghisap pada bekas gigitan ular sesaat setelah dipatuk ular berbisa.

Padahal ini adalah cara yang sangat keliru, kini terbukti akan lebih rentan terinfeksi dan keracunan melalui lidah.

Kalau begitu, apa saja cara penanganan ilmiah yang paling tepat?

ILUSTRASI. http://kids.nationalgeographic.com/content/dam/kids/photos/articles/Other%20Explore%20Photos/R-Z/Super%20Snakes/Snakes-fangs.ngsversion.1413818001976.adapt.1900.1.jpg

1. Setelah digigit ular, segera temukan ular yang menggigit Anda, hal ini untuk memastikan ularnya beracun atau tidak.

Umumnya ular berbisa kepalanya berbentuk segitiga, jika tidak bisa mengenali, anda bisa menangkapnya atau membunuhnya.

Hal itu untuk memudahkan dokter mengetahui jenis bisanya saat memeriksa nanti, sehingga bisa memberikan suntikan yang tepat, ini adalah langkah pertama yang sangat penting.

2. Membatasi gerakan adalah hal yang penting ketika baru saja digigit oleh ular.

Tujuan pembatasan gerak adalah agar racun tak makin menyebar di dalam tubuh.

Anda juga bisa membuat luka baru dengan cara disayat untuk mengeluarkan darah yang sudah terkontaminasi dengan bisa.

ILUSTRASI. http://i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/03575/two_headed_snake_3575511b.jpg

Darah yang mengandung bisa warnanya gelap atau merah tua. Keluarkan terus sampai darah yang keluar sudah cerah kembali.

Menggunankan air panas untuk mengeluarkan darah juga dapat dilakukan untuk mengurangi penggumpalan darah pada bekas gigitan ular.

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular