- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Jejak Manusia Berumur 5,7 Juta Tahun Ditemukan di Pulau Kreta

Erabaru.net. Jejak kaki manusia ditemukan tercetak di bekas pantai kuno yang tersorot dengan jelas di Pulau Kreta , Yunani. Penemuan ini bisa membuat kita menulis ulang apa yang semua ilmuwan ketahui tentang perkembangan manusia.

Temuan ini muncul setelah para ilmuwan Eropa baru-baru ini memperdebatkan apakah Afrika memang tempat hidup manusia paling awal.

Fosil di Pulau Kreta itu berumur 5,7 juta tahun. Temuan ini tidak sesuai dengan kepercayaan para ilmuwan yang menganut teori evolusi Darwin.

Fosil Pulau Kreta itu jelas menunjukkan jejak kaki manusia, bukan kera, seperti dilaporkan oleh News.com. au.

Ini berarti bahwa manusia memiliki asal-muasal yang jauh lebih tua daripada yang diperkirakan sebelumnya, dan juga membuka jalur perkembangan yang berbeda, yang terjadi pada waktu sebelumnya dan tempat yang berbeda di Bumi.

Bentuk unik jejak kaki yang ditemukan di Kreta mencerminkan kaki yang mendukung berdiri tegaknya manusia.

Jari kaki yang pendek, satu jempol kaki, bola kaki yang khas, membuatnya tak dapat disangkal bahwa ini adalah jejak kaki manusia.

Jika ini adalah cetakan kaki kera besar, kemungkinan besar justru akan menyerupai tangan manusia.

Temuan ini tentunya akan meningkatkan perdebatan di kalangan ilmuwan karena menunjukkan manusia berada di Bumi lebih awal dari perkiraan sebelumnya, dan asal usul manusia mungkin bukan di Afrika, atau setidaknya penemuan fosil yang lebih tua ditemukan di luar Afrika.

Ini bisa menunjukkan lebih banyak hal dan mengisyaratkan banyak keturunan-keturunan manusia dalam rentang waktu yang lebih panjang.

Apa yang para ilmuwan sebelumnya pikirkan adalah bahwa jejak manusia berumur 3,7 juta tahun yang ditemukan di Tanzania merupakan penemuan jejak kaki yang tertua. Tapi bahkan cetakan itu diyakini lebih mirip dengan makhluk semacam kera daripada manusia.

Cetakan tersebut ditemukan oleh ahli paleontologi Polandia, Gerard Gierlinski, saat ia berada di sebuah perjalanan di Kreta pada 2002 lalu. Cetakan tersebut telah mengalami lebih dari satu dekade penelitian sejak saat itu.

Cetakan itu diperkirakan terbuat saat Kreta masih merupakan bagian dari Daratan Yunani.

Usia jejak kaki dianalisis dengan menggunakan foraminifera, sebuah metode untuk menganalisis mikrofosil laut, serta posisi cetakan di lapisan sedimen tempat mereka ditemukan.

Lapisan sedimen itu tercipta saat Laut Mediterania mengering 5,6 juta tahun yang lalu.

[1]
Profesor Nikolay Spassov (kanan) bekerja di dekat lokasi dimana gigi fosil dengan tiga akar ditemukan pada 2002, di dekat Desa Rupkite, Bulgaria, pada 07 Juni 2017. (Nikolay Doychinov / AFP / Getty Images)

Seperti yang dilaporkan The Telegraph, penemuan paleontologis terbaru lainnya yang menjadi perdebatan para ilmuwan adalah fosil berusia 7,2 juta tahun.

Fosil tersebut ditemukan di bagian lain Yunani dan di Bulgaria yang telah mengalami reklasifikasi sebagai anggota keluarga nenek moyang pra-manusia, yang juga mengganggu konsep Afrika sebagai asal mula orisinalitas umat manusia.

Terlepas dari penemuan yang terus berlanjut, masih ada ilmuwan yang tetap bersikukuh menolak gagasan Eropa sebagai tempat asal-usul manusia. (osc/yant)

Sumber: ntd.tv