Anjing Pincang Ini Setiap Hari Melemparkan Makanan ke Dalam Sumur Kering di Hutan, dan Orang-orang pun Terkejut Saat Mereka Mendapati Sosok yang Berada di Dalam Sumur itu

1615
Liu Yuzhou

Erabaru.net. Ini adalah kisah pada masa pemerintahan dinasti di Tiongkok. Liu Yuzhou, pejabat dari Shangzhou, ditugaskan ke Jiangxia untuk mengawasi dan menangani masalah kehidupan rakyat di sana. Setelah menerima surat tugas resmi, ia pun menjabat sebagai kepala daerah setempat.

Di Kota Jiangxia, terdapat sebuah kedai yang sering dikunjungi Liu Yuzhou, bukan saja karena pelayanan pemilik kedai, yakni nyonya Chui yang ramah, tapi juga karena makanannya yang lezat. Lambat laun, pejabat Liu pun menjadi akrab dengan pemilik kedai, nyonya Chui.

Ilustrasi.

Saat Liu Yuzhou mampir ke kedai nyonya Chui, ia selalu melihat seekor anjing yang pincang di depan pintu, dan anjing itu akan pergi setelah nyonya Chui melempar makanan pada anjing itu.

Terkadang nyonya Chui melempar bakpao, daging ayam atau kue dan makanan lainnya. Melihat itu, Liu Yuzhou pun penasaran, lalu bertanya pada nyonya Chui.

“Siapa pemilik anjing itu? Kakinya kenapa pincang ?”

“Saya tidak tahu itu anjing siapa, karena kasihan melihatnya, maka saya memberi makanan untuknya” kata nyonya Chui.

Liu Yuzhou mendengarkan dengan serius cerita nyonya Chui, dan diam-diam dia mengagumi kebaikan hatinya.

Namun, Liu juga merasa heran dengan anjing pincang itu, pasalnya anjing itu tidak langsung melahap makanan yang dilempar nyonya Chui, tapi ia menggigit makanan itu lalu pergi.

Ilustrasi

Liu Yu-zhou merasa penasaran, suatu hari dengan kudanya ia pun mengikuti kemana anjing itu pergi, ia melihat anjing itu berlari masuk ke dalam hutan pinus sejauh beberapa mil dari pinggir kota. Dan ia melihat anjing hitam itu melempar makanannya ke dalam sebuah sumur.

Setelah anjing itu pergi, Liu Yuzhou lalu melihat lebih dekat ke sumur itu. Setelah ia periksa, ternyata sumur itu sudah tidak ada airnya, dan seketika ia bergidik, mencium aroma aneh yang menusuk hidungnya, apa ada sesuatu di bawah sana ? Ia pun berteriak beberapa kali, tapi tidak ada yang merespon.

Liu Yuzhou berpikir, di bawah sumur ini pasti ada sesuatu, karena anjing itu mengantar makanan ke sumur ini.

Lalu ia pun membawa anak buahnya, dan menyuruh beberapa orang turun ke bawah sumur untuk memeriksa ada apa di bawah sumur kering itu.

“Tuan, di bawah ada seseorang.”

“Siapa ?” Jawab Liu.

“Samar-samar, tidak jelas, sepertinya orang tua.”

“Bawa ke atas.” Perintah Liu.

Dua pria kekar kemudian menarik orang tua itu ke atas. Liu Yuzhou memandang dengan seksama, seorang wanita tua. Ia menatap wanita tua itu, tampak rambutnya acak-acakan, sekujur badannya juga kotor dan dekil.

“Nek, bagaimana nenek bisa berada di dalam sumur?” Tanya Liu

Wanita tua itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Liu Yuzhou baru tersadar ternyata wanita tua ini bisu. Lalu ia menyuruh anak buahnya membawa wanita tua itu ke rumahnya.

Liu Yuzhou menatap wanita tua itu, sambil berguman, baru pertama menjabat di daerah ini sudah menemui peristiwa yang aneh dan membingungkan. Apa yang telah terjadi dengan nenek ini? Tapi, nenek ini bisu, bagaimana bisa tahu apa yang terjadi dengannya ?

Di saat Liu berpikir keras, tiba-tiba entah dari mana munculnya anjing pincang itu dan langsung menjilat-jilat tangan si nenek, lalu berjalan ke Liu Yuzhou, menggigit celananya dan menerik-nariknya, sepertinya bermaksud mengajak Liu ke suatu tempat.

Liu Yuzhou tampaknya paham dengan maksudnya, ia pikir anjing ini tahu dengan sesuatu yang dialami nenek ini, lalu ia membawa nenek dan beberapa anak buahnya mengikuti langkah kaki anjing itu .

Mereka terus berjalan sampai beberapa mil jauhnya dan anjing hitam itu baru berhenti setelah tiba di sebuah rumah yang jauh terpencil.

Pada saat itu hari sudah gelap dan tidak kelihatan apa pun. Liu Yuzhou memerintahkan anak buahnya untuk menyalakan obor, lalu mengetuk pintu, tak lama kemudian keluar seorang pemuda.

“Siapa ?”

Melihat pemuda itu keluar, anjing itu seketika menerkam dan menggigitnya, hingga ia jatuh tersungkur di atas tanah dan berusaha meronta.

Liu Yuzhou sempat terkejut dan menyuruh anak buahnya menyingkirkan anjing yang tampaknya sangat marah itu.

Liu Yuzhou meras ada sesuatu yang disembunyikan dari pemandangan yang barusan dia saksikannya. Jika tidak, kenapa anjing itu langsung menerkam dan menggigit pemuda itu seperti menyimpan dendam padanya.

Liu Yuzhou kemudian membawa turun nenek yang duduk di atas tandu miliknya, dan pemuda itu tercengang seketika saat melihat si nenek, lalu berlutut sambil menangis.

Tepat pada saat itu tampak seorang wanita berjalan keluar dari dalam rumah. Ia pun tercengang melihat pemandangan di depan matanya, kemudian saat melihat si nenek, ia pun terkejut seketika sambil berteriak lalu jatuh pingsan.

Melihat semua pemandangan dan suasana itu, Liu Yuzhou pun sudah bisa menduga suatu rahasia akan segera terbongkar.

“Ayo ceritakan, siapa nenek ini dan apa hubungannya denganmu?” tanya Liu.

Pemuda itu berpikir bahwa tidak bisa lagi menutupi hal yang sebenarnya, lalu ia pun menjelaskan peristiwa yang sebenarnya.

Ternyata pemuda itu adalah anaknya si nenek, dan wanita itu adalah istrinya, sejak menikah istrinya tidak suka dengan mertuanya yang bisu dan sering sakit-sakitan itu, lalu membuang mertuanya ke dalam sumur kering di hutan.

Tapi mereka sama sekali tak menyangka si nenek diselamatkan oleh anjing pincang peliharaannya.

Jika bukan karena anjing itu, besar kemungkinan si nenek sudah tewas. Kini si nenek telah selamat dan pulang ke rumah bersama anjing setianya.

Liu Yuzhou mendengarkan dengan seksama cerita si pemuda, kemudian menatap langit sambil mendesah, tak disangka anak yang demikian jahatnya melakukan hal yang terkutuk, perbuatannya tidak bisa diampuni.

Lalu Liu Yuzhou menahan suami-istri jahat itu, dan akan menghadapi sidang.

Dan hakim daerah yang mendengar peristiwa itui pun sangat terkejut. Bagaimana bisa terjadi hal seperti itu di bawah yurisdiksinya.

Lalu ia bergegas berlutut mohon ampun di hadapan pejabat Liu Yuzhou. Jangan sampai hal itu didengar pejabat istana, jika tidak, maka ia akan kehilangan jabatan.

Liu Yuzhou tampak marah mendengar permohonannya, “Kau memang bukan pejabat yang baik, sampai-sampai tidak tahu menahu masalah penduduk di wilayahmu.”

Setelah itu, suami-istri itu pun dijebloskan ke penjara. Sementara si hakim langsung dicopot dan dipensiunkan.

Tiga tahun kemudian, pejabat Liu Yuzhou pun ditarik ke pemerintah pusat untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi.

Dan sebelum pergi, para penduduk desa yang telah lama mengenal pejabat Liu Yuzhou yang terkenal bersih dan jujur itu, menginginkan Liu Yuzhou untuk tidak pergi.

Namun, titah sang raja sudah turun dan tak seorang pun yang bisa mengubahnya. Mereka akhirnya mengantar kepergian pejabat Liu.

Melihat pemandangan itu, Liu Yuzhou tak kuasa menahan air mata haru. Namun Liu Yuzhou tidak bisa mengubah semua yang sudah diatur oleh raja.

Kemudian ia menyuruh asistennya menggelar jamuan makan malam untuk segenap penduduk, setelah itu baru pergi meninggalkan daerah yang pernah dipimpinnya.(jhn/yant)

Sumber: happytify.cc