Erabaru.net. Peristiwanya terjadi di Tiongkok semasa 1946-1949, di Kota Longyang, ada sebuah jembatan berusia ratusan tahun. Jembatan ini bernama Jembatan Laiyang, dibangun pada pertengahan masa Dinasti Qing. Arus masuk masyarakat di sana sangat besar kala itu, adalah tempat yang harus dilalui oleh penduduk antar selat di Sungai Laiyang.

Dulu, ada sebuah area kosong di jembatan Laiyang ini, setiap menjelang malam, penduduk sekitar suka beristirahat santai, atau sekadar ngobrol di jembatan ini, sehingga jembatan pun seketika menjadi hiruk pikuk saking ramainya.

Awalnya di area kosong jembatan itu ada seorang peramal, bermarga Chen, atau Chen Ban Xian, nama lengkapnya, sudah sekitar 3 atau 4 tahun membuka usaha ramal-meramal di jembatan tersebut.

Dan entah sejak kapan, muncul lagi seorang peramal di jembatan Laiyang itu, seorang peramal bernama Wu Shan yang membuka lapak ramalnya di sana.

Menekan peramal Chen Ban Xian, sehingga ia pun tidak senang, lalu adu jotos dengan Wu Shan, si peramal baru. Akhirnya Chen kalah dan pergi dari situ. Sejak itu, bisnis ramal-meramal di tempat itu pun hanya dimonopoli oleh Wu Shan.

Bisnis meramal Wu Shan lumayan bagus. Ramalannya juga lebih akurat, ada beberapa orang yang minta diramal olehnya setiap hari. Apalagi di malam hari, lapaknya dikerumuni orang-orang yang tentu saja melihat ramalannya.

Karena bisnis ramal Wu Shan sangat ramai, apalagi tempatnya juga strategis, sehingga membuat iri peramal lainnya.

Betapa tidak, hari itu datang lagi seorang peramal tua dan mengenakan kacamata hitam di jembatan Laiyang, lalu membuka lapaknya jembatan itu, dan kebetulan berdampingan dengan peramal Wushan, sepertinya punya maksud bersaing dengan Wushan.

Baru saja mengusir peramal Chen Ban Xian, sekarang muncul seorang peramal tua.

Wu Shan melihat sejenak peramal berkacamata hitam itu, dan menggelengkan kepala tanda tidak mengenal, juga belum pernah melihatnya. Dalam hatinya Wushan menggumam : “dasar tua bangka tak tahu diri, mau merebut lapak usahaku, mampuslah kau pak tua.”

Orang-orang di jembatan itu agak khawatir, karena sebelumnya Chen Ban Xian telah pergi setelah kalah dengan Wu Shan. Sekarang datang peramal baru, yang membuat peramal Wu Shan tidak senang, apakah Wu Shan akan adu jotos dengan peramal tua?

Tapi kali ini Wu Shan memilih menggunakan cara lembut, jika tidak, orang-orang akan menganggapnya menindas orang tua. Dia memutuskan bertaruh dengan peramal tua itu dengan cara mengadu ilmu (ramal) siapa yang akurat dan hebat.

Share

Video Popular