Bagi ramalannya akurat bisa membuka lapaknya, sementara yang meleset segera pergi dari lapaknya.

Orang-orang pun bertepuk tangan setuju dengan cara mengadu ilmu.

Sebelumnya dulu orang-orang tidak punya pilihan, karena hanya ada satu peramal yakni Chen Ban Xian. Sekarang ada peramal Wu Shan dan pak tua.

Wushan dan peramal tua itu masing-masing mengklaim sebagai peramal ulung. Baik meramal dengan cara melihat garis tangan, wajah, perbintangan dan sebagainya semuanya mereka kuasai.

Tapi kata-kata mereka tentu saja tidak akan meyakinkan orang-orang begitu saja tanpa bukti. Kalau begitu, siapa yang harus dipercaya, dan siapa yang paling akurat meramalnya?

Tepat pada saat itu, seorang pria setengah baya keluar di antara kerumunan orang-orang.

Lalu berkata pada peramal Wu Shan dan pak tua : “Begini saja, karena kalian seprofesi yaitu sama-sama peramal. Jadi, kalian meramal saja, siapa yang paling tepat meramalnya.”

Ilustrasi

“Misalnya tentang cuaca besok, apakah cerah atau mendung (hujan) menurut kalian ? selain itu, menurut ramalan kalian, jam berapa polisi akan ke jembatan Laiyang, dan berapa total polisi yang akan melewati jembatan?”

Apa ini yang namanya meramal? itu jelas-jelas menyuruh mereka bertaruh, mana mungkin mereka tahu cuaca besok cerah atau hujan, jam berapa polisi akan ke jembatan. Namun, orang-orang justru bersorak gembira mendengar usul dari pria setengah baya itu.

Share

Video Popular