Sore keesokannya, orang-orang sudah berkerumun di lapak jembatan Laiyang, untuk menyaksikan hasil ramalan dari kedua peramal tersebut.

Namun, ketika Wu Shan tiba di jembatan Laiyang, ia tidak melihat peramal tua, juga tidak terlihat ada di lapaknya. Wu Shan pun merasa lega.

Namun, saat menjelang malam, langit tiba-tiba mendung diselimuti awan gelap, lalu terdengar sambaran petir, dan hujan lebat tumpah ruah dari langit. Orang-orang yang berkerumun pun seketika melarikan diri.

Ilustrasi

Begitu juga dengan Wu Shan yang segera lari ke bawah pohon besar untuk berteduh. Dan tiba-tiba seberkas kilat menyambarnya, tampak seberkas asap merebak keluar dari tubuhnya yang terkena sambaran petir, kemudian jatuh tergeletak pingsan di bawah pohon.

Setelah siuman dari pingsannya, Wushan segera berlari ke rumah, sehingga lolos dari maut.

Hari itu cuacanya buruk, dan polisi memang tidak datang, Wu Shan juga hampir tewas disambar petir. Wushan pun harus percaya bahwa dia telah bertemu dengan peramal sakti.

Ilustrasi petir (Petr Svab/The Epoch Times)

Wushan sadar dirinya bukanlah lawan si peramal tua, jika bertaruh lagi dengannya, ia pasti akan mati konyol. Lalu dia pun memutuskan untuk menarik diri dari lapaknya di jembatan Laiyang, dan memberikannya kepada peramal tua tersebut.

Tiga bulan kemudian, Wushan bertemu dengan si paman di jalan, pria paruh baya itu langsung mengenali Wu Shan dan berkata : “Bukankah Anda peramal Wu Shan ?

Wu Shan juga mengenalinya, dan terlanjur dikenali, ia pun tak bisa menghindar lagi.

Pria paruh baya itu menghentikan langkah kaki Wu Shan dan berkata : “Anda tertipu.”

“Peramal tua yang bertaruh dengan anda itu adalah gurunya Chen Ban Xian, dan polisi tidak datang pada hari itu, karena mereka minta bantuan guru Chen Ban Xian untuk melihat feng shui di kantor polisi. Paham, kan?,” tutur pria paruh baya itu.

Wushan pun terkejut mendengarnya, dia menarik tangan pria itu dan berkata : “Bagaimana kamu tahu? Bukankah ramalannya sangat akurat, sampai-sampai hujan lebat disertai guntur saja bisa diramalnya.”

Pria itu menghela napas sejenak dan berkata : “Ramalannya memang tepat, tapi, ramalan tentang polisi yang tidak datang itu bukan hasil ramalannya, karena dia sudah tahu polisi itu tidak akan datang. Namun, Anda memang kalah, karena ramalan anda meleset waktu itu.”

Meski begitu, Wushan meyakini bahwa peramal tua itu memang memiliki ilmu yang tinggi.

“Siapa yang menggelar lapak di jembatan itu?” tanya Wu Shan.

“Chen Ban Xian,” jawab si pria. Lalu bertanya lagi pada Wushan : “Anda masih akan menggelar lapak ramalan di jembatan itu ?”

“Saya bisa meramal awalnya, tapi tidak bisa meramal akhirnya,” kata Wu Shan.

“Peramal tua tersebut hanya memperingatkan saya melalui sambaran petir itu. Saya sudah cukup puas sekarang. Kalau memang itu milik orang lain, sebaiknya dikembalikan kepadanya,” kata Wu Shan.

(joni/asr)

Sumber : twgreatdaily.com

Share

Video Popular