Erabaru.net. Adopsi seorang anak memang memiliki banyak risiko yang terkadang tidak kita ketahui dan duga sebelumnya.

Memang benar bahwa ini bisa membantu merawat anak-anak yang memiliki nasib malang, seperti anak yatim piatu atau anak yang ditelantarkan atau dibuang oleh orangtuanya. Namun, anak adopsi tidak bisa memiliki wajah yang mirip dengan orangtua angkatnya setelah ia tumbuh besar.

Ilustrasi. (Foto: Studio Romantic / shutterstock)

Seperti banyak pasangan lainya, Teresa Núñez dan suaminya tidak kunjung dikaruniai seorang anak. Mereka berdua ingin sekali menjadi orangtua, jadi mereka memutuskan untuk mengadopsi seorang anak.

Setelah memulai proses hukum, mereka pergi ke Ukraina, di mana tingkat anak-anak terlantar cukup tinggi, dan bersiap untuk menemukan anak masa depan mereka.

Kemudian mereka melihat seorang anak laki-laki yang membuat mereka langsung jatuh cinta, dan langsung memutuskan untuk mengadopsi dia.

Mereka memanggilnya Victor. Awalnya, mereka memperhatikan bahwa bocah kecil itu memiliki beberapa masalah saat bersosialisasi dan bergaul, mereka membawanya ke dokter, tapi hasil tes tak bermasalah.

Namun, setelah 7 tahun, Victor menderita iritabilitas, dimana ia mengalami kesulitan dalam belajar dan sulit baginya untuk membedakan warna.

Victor juga menderita Fetal Alcohol Syndrome, dimana ia terlalu banyak menyerap alkohol yang dikonsumsi ibunya saat ia masih janin melalui plasenta.

Penyakit ini memang tidak bisa disembuhkan. Victor harus belajar menghadapi kondisinya, dan juga orangtua angkatnya. Dibutuhkan cinta, pengertian dan komunikasi sebagai solusi terbaik untuk mengatasi cobaan ini.

(Foto : Natursports / shutterstock)

Ini bukan masalah untuk mengubah wajah kita dan mengabaikan kenyataan yang menyedihkan seperti meninggalkan anak-anak.

Namun, yang paling penting bahwa orangtua angkat mereka harus menyadari bahwa anak-anak angkat kita memiliki masa lalu yang menghubungkan mereka dengan keluarga mereka secara genetik.

(Foto : Africa Studio / shutterstock)

Meskipun adopsi adalah praktik yang mengutamakan niat baik, solidaritas dan cinta, ini adalah tindakan yang buta.

Kita tidak bisa menebak atau mengetahui dengan pasti informasi genetik yang dibawa anak tersebut.

Namun, seperti yang beberapa psikolog katakan, cinta, keluarga, teman, dan lingkungan empati dan sikap ramah anak dapat membantu mengatasi bawaan genetik yang buruk yang ditimbulkan dari masa lalu anak angkat kita.(intan/yant)

Sumber: perfecto.guru

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular