Erabaru.net. Dalam 25 tahun terakhir, seorang wanita berusia 49 tahun yang tinggal di Kota Anqing membawa bayi berusia 40 hari dan diyakini telah dibuang di dekat rumahnya.

Wanita tua Hu tidak peduli dengan suaminya dan membawa pulang bayi itu.

Dia merawat bayi kecil itu seperti anaknya sendiri.

Karena tidak bisa membeli susu, wanita tua itu hanya memberi makan bayinya.

Untuk membesarkan putrinya, dia harus menjual sayuran dan mengambil sampah untuk membiayai sekolah putrinya.

Setelah 25 tahun, anaknya sudah dewasa, sudah menikah dan memiliki anak sendiri.

Internet

Dia sekarang tinggal di kota bersama keluarga barunya, suami dan anaknya.

Meski memiliki kehidupan yang sempurna dan bahagia, dia tidak segera melupakan ibu angkatnya yang telah berjuang untuk membesarkannya.

Internet

Jika mereka hanya bisa tinggal di pondok tapi sekarang untuk menghabiskan layanan ibu mereka, dia telah membangun rumah dua lantai untuk wanita berusia 74 tahun itu.

Menurutnya, rumah yang mereka tinggali sangat buruk dan tidak bisa dihuni.

Internet


Jika ibunya pernah melihat rumah orang lain begitu cantik dan berharap bisa memiliki rumah seperti rumah mereka dan sekarang mimpinya akhirnya menjadi kenyataan.

Anaknya juga sering pergi ke desa untuk mengunjungi ibunya.

Internet

“Ibu yang membesarkan saya, sekarang saya akan mengurusnya. Ini tugas saya.”

Meski sudah tua, wanita berusia 74 tahun itu tidak bisa duduk diam tanpa melakukan pekerjaan apapun.

Internet

Untuk itu dia sudah pergi ke gunung untuk mengambil kayu bakar, menanam sayuran dan memelihara ayam.

Memang benar bahwa pepatah berjalan dengan baik akan dihargai.

Internet

Memang pengorbanan wanita tua tersebut menimbulkan anak perempuan yang bukan anak kandungnya yang sangat diapresiasi.

Ketulusan wanita tua yang mengangkat puterinya itu akhirnya dihargai oleh anaknya dengan segala perhatian dan kasih sayang yang diberikan. (rp)

Sumber: erabaru.com.my

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular