Tragedi Bayi Deborah, Nyawa Melayang Gara-gara Uang Kurang Disesalkan dan Pintu Masuk Perbaikan Layanan Kesehatan

221
Ilustrasi bayi (Shutterstock)

Erabaru.net. Bayi Tiara Deborah Simanjorang yang baru berusia 4 bulan 10 hari harus meninggalkan dunia ini gara-gara persoalan administrasi di rumah sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat.

Bayi Deborah sebelumnya selama 7,5 jam merasakan penderitaannya dan terkatung-katung hingga menghembuskan nafas terakhir pada pukul 10.00 WIB, Minggu 3 September 2017. Uang muka yang tak mencukupi menjadi pangkal persoalan menimpa bayi malang ini.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Siswanto menyesalkan musibah meninggalnya Tiara Debora Simanjorang. Atas kasus ini, kata Siswanto, maka harus menjadi pintu masuk untuk perbaikan layanan kesehatan secara konfrehensif.

Menurut Siswanto, seluruh pihak yang berkaitan dalam kasus ini akan dimintai informasi dan klarifisikasi termasuk pimpinan Rumah Sakit. Selain itu, KPAI meminta kepada Kementerian Kesehatan untuk segera melakukan investigasi dan pihaknya siap menjadi bagian dari tim tersebut.

Sebagai langkah lebih lanjut, KPAI meminta kepada pemerintah agar melakukan langkah-langkah perbaikan terkait sistem layanan kesehatan ramah anak, pembinaan secara berkala, kontrol layanan yang kontinyu dan pemastian semua RS merealisasikan UU.

Menurut Susanto,  berdasarkan pasal 2 UU No. 44 Tahun 2009 menyatakan RS diselenggarakan berasaskan Pancasila dan didasarkan pada nilai kemanusiaan. Bahkan pada pasal 3 menyatakan RS bertujuan memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien.

Selanjutnya pada pasal 29 ayat 1 e menyatakan setiap Rumah Sakit mempunyai kewajiban menyediakan sarana dan layanan bagi masyarakat tidak mampu dan miskin. Kemudian Pasal 32 huruf c menyatakan setiap pasien mempunyai hak memperoleh layanan yang manusiawi, adil jujur, dan tanpa diskriminasi.

Tak hanya di pemerintah pusat, Pemrov DKI Jakarta juga diminta melakukan perbaikan atas sistem pelayanan kesehatan di Jakarta terutama bagi anak-anak serta memastikan semua anak dari keluarga terkendala ekonomi dapat tetap terlayani dengan baik.

“Perlu juga ada evaluasi sistem jaminan dan layanan kesehatan di DKI Jakarta agar berorientasi perlindungan anak,” kata Siswanto, Senin (11/9/2017).

Atas kejadian ini, KPAI  akan lakukan pemanggilan terhadap pihak RS Mitra Keluarga pada Rabu (13/9/2017) mendatang. (asr)