Gadis Ini Menjadi Cacat Setelah Kecelakaan Mobil, dan Sang Pacar Meninggalkannya, Tak Disangka Pemuda Miskin Teman Kuliahnya Dulu Datang, dan Gadis Itu pun Dibuatnya Menangis

83
gadis cacat

Erabaru.net. Cen Cen tidak menyangka dirinya akan mengalami kecelakaan mobil, dan kehilangan kaki kanannya. Ia berbaring di ranjang pasien yang dingin sambil merenungi dirinya tidak akan pernah bisa berjalan seperti dulu lagi, Cen Cen pun tak kuasa menahan isak tangisnya.

Ketika diberitahu kaki Cen Cen akan diamputasi, cowoknya yang sudah tiga tahun menjalin asmara dengannya dengan diam-diam meninggalkannya, tidak bisa lagi dihubungi, dan Cen Cen merasa hatinya hancur dengan semua yang dihadapinya.

Dia sangat tertekan, dan menutup diri. Orangtuanya yang merawatnya di rumah sakit pun hanya bisa menangis setiap hari melihat putrinya berubah drastic sejak kecelakaan.

Suatu pagi, sepekan setelah operasi, kamar Cen Cen dikunjungi seorang pria yang membawa bunga.

“Wang Yang, untuk apa kamu ke sini, bagaimana kamu bisa tahu aku di sini?” Tanya Cen Cen terkejut sambil menatap Wang Yang dengan bibir gemetar. Untuk pertama kalinya Cen Cen baru berbicara semenjak dioperasi.

“Aku, aku…aku ke sini mau menjaga dan merawatmu,”kata Wang Yang sambil memandang Cen Cen yang tampak lemah, kurus dan sayu.

Wang Yang tampak sedih melihat keadaan Cen Cen, ia berusaha menahan air matanya, tidak…dia tidak boleh menangis, dia tahu begitu dirinya menangis, perasaan Cen Cen akan ikut larut dalam kesedihan.

Wang Yang dan Cen Cen adalah teman sekampus, sejak semester pertama, Wang Yang diam-diam sudah menaruh hati pada Cen Cen, namun, ia merasa tidak sepadan disandingkan dengan Cen Cen.

Ia berasal dari keluarga miskin sedangkan Cen Cen adakah anak seorang pengusaha, empat tahun lamanya ia memendam rasa cintanya. Meski Cen Cen bisa merasakan Wang Yang suka dengannya, tapi Wang Yang tidak pernah mengutarakannya.

Setelah lulus kuliah, Cen Cen meniti kariernya di kota, sementara Wang Yang memilih kerja di sebuah kota kecil , dan sejak itu, keduanya tidak pernah bertemu lagi.

Namun, Wang Yang selalu mencari informasi mengenai Cen Cen dari teman-temannya, dan selalu memperhatikannya secara diam-diam.

Ketika mengetahui Cen Cen mengalami kecelakaan mobil yang serius, ditambah lagi pacarnya yang pergi meninggalkannya, Wang Yang pun merasa sedih.

Dia bisa merasakan bagaimana hancurnya perasaan Cen Cen, dan dia merasa dirinya harus kuat, harus bisa membangkitkan keberaniannya, membantu gadis yang dicintainya itu melewati masa-masa suram, agar dia mempunyai percaya diri lagi dalam hidupnya.

Wang Yang kemudian mengundurkan diri dari pekerjaannya dan bertekat akan merawat Cen Cen. Ia naik kereta kembali ke kota asalnya. Ia buru-buru menjenguk Cen Cen, gadis yang diam-diam ia cintai sejak kuliah.

Setibanya di rumah sakit, Wang Yang pun sepanjang hari menjaga Cen Cen di kamarnya, merawat dan menghiburnya, malamnya ia tidur di lantai beralaskan tikar di samping tempat tidur Cen Cen.

Perlahan-lahan Cen Cen merasakan Wang Yang masih mencintainya.

Meski kedatangan Wang Yang membuatnya tersentuh dan menghangatkan batinnya, tapi Cen Cen merasa dirinya hanyalah seorang gadis yang cacat sekarang, bukan saja tidak pantas untuk Wang Yang, tapi juga akan menyusahkannya.

Lalu dia pun memberanikan diri dan dengan tiba-tiba sengaja berkata dengan emosi pada Wang Yang, “Wang Yang, aku tak sudi kau kasihani, aku juga tak mau kamu menjaga dan merawatku, kau tidak punya apa-apa, meski cacat sekali pun, kau juga tidak pantas bersamaku, aku merasa malu punya teman sekampus sepertimu, kau pergilah, aku tidak ingin melihatmu lagi,” kata Cen Cen dengan ketus.

Hati Wang Yang serasa diiris sembilu mendengar kata-kata Cen Cen yang sangat menusuk perasaannya, tapi dia mencoba untuk bersabar dan berkata : “Cen Cen, aku tahu tidak pantas untukmu, tapi sekarang aku belum bisa pergi, dan kamu juga tidak akan bisa memaksaku pergi, tunggu setelah kamu agak sembuh, aku akan pergi sendiri.”

Belakangan, Wang Yang menceritakan tentang masa-masa di kala mereka masih kuliah dulu dan semua yang dialaminya di kota kecil yang jauh terpencil dari hiruk-pikuk ibukota pada Cen Cen, dan perlahan-lahan, Cen Cen mulai tampak lebih ceria dan mulai tersenyum.

Setelah keluar dari rumah sakit, Cen Cen menjalani terapi pemulihan di rumahnya.

Untuk menopang hidupnya, Wang Yang mencari pekerjaan di kota ini. Setiap hari sepulang kerja, Wang Yang membawa Cen Cen jalan-jalan dengan kursi rodanya ke taman, supermarket, dan di mana-mana dipenuhi dengan jejak kaki mereka.

Singkat cerita, tiga tahun pun berlalu, perlahan-lahan akhirnya berkat perawatan Wang Yang yang sabar dan telaten, Cen Cen pun mendapatkan kembali kepercayaan dirinya, ia kembali menjadi seorang gadis yang lincah dan energik seperti dulu lagi.

Dan semua yang dilakukan Wang Yang itu tentu tak lepas dari perhatian orangtua Cen Cen, mereka sangat menyukai sosok pria seperti Wang Yang, mereka juga bermaksud menjodohkan Cen Cen dan Wang Yang, tapi, karena Cen Cen, putri mereka sekarang cacat, sehingga mereka merasa sungkan untuk membicarakannya kalau bukan Wang Yang sendiri yang memulainya.

Akhirnya, pada suatu hari, sambil membawa cincin, Wang Yang ke rumah Cen Cen dan berlutut di hadapannya, lalu berkata : “Cen Cen, menikahlah denganku, sebelumnya aku tidak bisa mengisi hari-harimu bersamaku, kini izinkan aku merajut hari-harimu selanjutnya bersamaku.”

Mata Cen Cen pun berkaca-kaca tersentuh mendengar kata-kata Wang Yang, dan air matanya pun mengalir membasahi wajahnya.

“Wang Yang, terima kasih atas cintamu untukku, tapi aku bukan sosok orang yang sempurna lagi sekarang, aku tidak pantas untukmu, aku akan menyusahkanmu, seharusnya kamu mencari seorang gadis yang lebih baik, dan menjalani hidup yang normal. Maaf, dan terima kasih sudah menjaga dan merawatku selama tiga tahun ini, kamu pergilah, aku tidak bisa membalas kebaikanmu dalam seumur hidupku sekarang, aku berharap bisa membalas budi baikmu dalam kehidupan yang akan dating, ”kata Cen Cen sambil menangis.

Wang Yang meraih tangan Ce Cen, “Cen Cen, apa sampai detik ini kamu tidak bisa melihat dan merasakan ketulusan cintaku padamu ? Jika aku mempermasalahkan keadaanmu itu, apa aku masih akan selalu berada di sisimu sekian lama ? Terimalah lamaranku, biar aku yang menjaga dan merawatmu, menemanimu mengisi hari-hari selanjutnya sampai akhir hayat.”

Orang tua Cen Cen menangis haru mendengar janji setia Wang Yang, mereka membujuk Cen Cen agar menerima lamaran Wang Yang, mereka percaya Wang Yang sosok pria yang baik dan perhatian.

“Ibu yakin kamu akan bahagia menikah dengannya, dan ayah-ibu juga akan lebih tenang jika kamu bersamanya,” tutur ibu Cen Cen pada putrinya.

Dan akhirnya, Cen Cen pun mengiyakan sambil menangis haru, kemudian Wang Yang menyematkan cincin di jari manisnya Cen Cen.(jhn/yant)

Sumber: happytify.cc