“Kakak Ipar Selalu Sewenang-wenang di Rumahku, Aku Pun Menggunakan Cara Ini dan Dia Tak Berani Lagi Macam-macam”

86
Ilustrasi (http://www.wikihow.com)

Erabaru.net. Ini adalah kisah perjalanan hidup rumah tangga sepasang pasutri. Sang istri mempunyai persepsi sendiri dalam menjalani kehidupan di rumah tangga. Dia pun harus berhadapan dengan iparnya, bagaimana jalur ceritanya? ikuti curhatannya :

Suami saya punya seorang kakak laki-laki yang lebih tua 5 tahun darinya. Ayah dan ibu mertua telah lama meninggal, dan katanya kakak laki-laki tertua bagaikan sosok ayah dan kakak ipar perempuan seperti ibu.

Memang benar, kakak laki-laki jarang ikut campur dalam urusan keluarga kami, sebaliknya kakak ipar perempuan terlalu berlebihan dan sewenang-wenang, ia seolah-olah menganggap dirinya sebagai pengganti ibu mertua saya.

Saat menikah, dia datang bertemu dengan orang tua saya, baru ketemu dia langsung bilang tidak perlu siapkan mahar segala.

Kamu kan tahu seperti apa keluarga kami, mahar dan semacamnya itu hanya formalitas, nanti juga akan dikembalikan, cetusnya berapi-api.

Saat itu, saya sudah tidak suka dengan sikap kakak ipar, orangtua ku pun dibuatnya serba salah dan canggung dengan kata-katanya ketika itu.

Tak lama kemudian kami pun menikah, begitu ada waktu luang dia sering berkunjung ke rumah kami. Kakak ipar perempunku ini benar-benar cerewet, selalu ngoceh terhadap segala sesuatu yang tidak sedap dipandang olehnya.

Dia bilang saya tidak seperti sosok seorang istri, harus banyak belajar dengannya. Setiap kali berkunjung ke rumah, selalu saja bilang mau makan inilah dan itulah dan sebagainya, bahkan terkadang meminta kami mengajaknya makan di restoran.

Dan lebih keterlaluan lagi, suatu hari dia menginap di rumah kami karena sudah terlalu malam. Karena tidak membawa pakaian, dia pun langsung memakai piyama saya tanpa permisi dulu.

 Dan tanpa rasa malu sedikit pun mondar-mandir si ruang tamu dengan piyama yang nyaris vulgar di badannya.

Bagaimana pun, suamiku kan laki-laki, apa dia tidak merasa risih ? saya pun menarik suamiku ke kamar, dan langsung bilang sangat tidak suka dengan kakak iparku itu.  Namun, kami terpaksa bersabar karena menghormati kakak laki-laki suamiku.

Di lingkungan tempat tinggal kami banyak gedung sekolah. Suatu hari saat pulang kerja, saya melihat kakak ipar dan seorang anak-anak usia puluhan tahun sedang duduk santai di ruang tamu sambil menikmati makanan, tanpa bicarakan dulu dengan saya langsung mengajak orang ke rumah.

Dan ia langsung berkata : Saya berencana menitipkan keponakan saya untuk tinggal di sini, agar gampang ke sekolahnya. Toh, kalian masih belum punya anak, dan masih ada kamar kosong.

Saya benar-benar naik pitam mendengarnya, jelas-jelas bisa tinggal di asrama sekolah, tapi dianya yang tidak mau, dengan alasan kondisinya tidak bagus.

Kakak iparku mengatakan telah mendaftarkan nama keponakannya, dan barang-barangnya juga sudah dibawa ke rumah. saya hanya bisa emosi ketika itu, tapi tidak bisa berkata apa-apa.

Tanpa terasa setengah tahun lamanya dia menetap di rumahku, saat libur sekolah, keponakannya pun pulang ke rumahnya. Kalau tidak, dia akan selalu berkunjung ke rumah setiap hari, tidak sungkan sedikit pun.

Membuatnya seoalah-olah dialah juragan yang sebenarnya. Meski dia kakak ipar, tapi sikapnya juga sudah keterlaluan.

Saya pun menemukan ide yang cukup ampuh, sebelum mulai masuk sekolah, saya berkata pada kakak ipar : Sekarang kami berencana ingin punya anak, tidak ada uang lebih lagi, angsuran rumah yang cukup besar setiap bulan.

Jika keponakanmu mau tinggal di rumah kami, berilah kami biaya kos dan biaya hidup setiap bulan. Kakak iparku nyaris melompat kaget mendengar permintaanku, bisa saya bayangkan emosinya dia saat itu…bagaimana pun juga dia tak menyangka saya bisa berkata seperti itu.

Kemudian dia pun menyuruh keponakannya tinggal di asrama, dan saya pun mengganti semua kunci rumah, dengan begitu, dia pun jarang datang ke rumah lagi, dan tidak berani lagi ngoceh semaunya.

Bagaimana menurut anda, apakah sudah tepat yang dilakukan oleh wanita ini ?

(joni/asr)

Sumber : Coco01.net