Pria 36 Tahun Ini Menghabiskan Uang Tabungan, Ceweknya Pun Ngamuk Minta Putus! Sang Cowok yang Terpuruk Ini Pun Kemudian Mengambil Keputusan Ini….Dan Tak Disangka Keputusannya Justeru Ditiru Para Netizen! Apa Itu?

281
Internet

Erabaru.net. Dia tinggal sendirian di apartemen seluas 20 meter persegi.

Ia langsung melepas pakaian begitu tiba di rumah, dan melempar semaunya.

Meja yang kotor dan berantakan dipenuhi dengan kaleng minuman dan bungkusan makanan ringan.

Buku dan CD yang tak pernah disentuh setelah dibeli itu memenuhi sudut ruangan.

Hidupnya sama persis dengan ruangannya yang berantakan tanpa pengaturan.

Kesehariannya yang berantakan seperti itu akhirnya ditinggal pergi  pacarnya.

Usia 36 tahun, tabungannya selamanya diantara satu atau dua digit angkanya, tak lebih. Pacarnya pun kabur.

Sosok pria yang dinilai kandas dalam kehidupan seperti Fumio Sasaki ini tidak jarang di Jepang.

Tapi, pada suatu hari dia memutuskan untuk menyingkirkan semua hal-hal yang menyusahkan dirinya dan menjalani hidup yang santai. 

“Apa benar belanja bisa membuat anda merasa bahagia ?” 

Sasaki, dulunya suka membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain.

Membeli banyak barang dan dia memiliki rasa puas tersendiri, tapi hatinya selalu merasakan kehampaan yang tak dapat dijelaskan.

Merasa dirinya tak bisa dibandingkan dengan orang kaya, takut pacarnya berpaling.

Sasaki yang yang terombang-ambing pun bersembunyi di kamarnya minum-minuman keras dan nonton TV.

Mengisi hari-harinya seperti orang yang tak berguna, dan setelah ditinggal pergi pacarnya, maka yang menemani Sasaki pun hanya setumpukan sampah yang menghiasi segenap kamarnya. 

“Belanja tidak bisa membuat Anda bahagia, justeru hanya menambah beban.”

Sasaki yang tersadar tiba-tiba itu kemudian menyingkirkan semua barang-barang serabutan yang memenuhi seisi kamarnya.

Internet

Ia hanya menyisakan 6 stel pakaian yang dipakai secara bergantian setiap hari.

Tidak lagi membeli baju baru. Sementara di kamar mandi hanya terdapat sebotol sabun cair multifungsi, sepotong handuk.

Di dapur hanya menyediakan sabuah rak piring dan satu set coffeepot.

Sementara pesawat televisi juga disingkirkan dan sebagai gantinya hanya mengandalkan satu iPhone dan Mac-laptop untuk mendapatkan informasi.

Setelah mencoba hidup dengan cara itu, Sasaki menemukan, kekosongan hatinya yang sulit digambarkan itu, tiba-tiba terisi dan tidak merasakan kehampaan lagi!

Stok pakaian, jumlah peralatan makan tidak banyak, tapi semuanya lengkap tersedia.

“Setelah barang-barangnya berkurang, Sasaki pun berubah dan menjadi sesosok orang yang sama sekali berbeda.”

Filosofi hidup Sasaki sekarang, adalah “minimalisme”yang sekarang sangat populer di Jepang.

Internet

Dia menerbitkan buku berjudul “Goodbye, Things , We Don’t Need Things Anymore,” yang diterbitkan pada 2015, dan menjadi buku terlaris di Amazon, Jepang.