Erabaru.net. Kita sering menemukan kisah-kisah yang menceritakan tentang aksi heroik. Diantaranya adalah kisah yang dialami Deyaan Udani yang tidak jauh berbeda.

Di usia mudanya, ia harus kehilangan nyawanya, tapi ia memutuskan sebuah keputusan yang sangat bijak, dimana dia memastikan orang lain bisa bertahan hidup.

Pada usia tujuh tahun, Deyaan menyelamatkan empat nyawa yang berharga, bahkan saat ia telah meninggal dunia!

Kisahnya hanyalah contoh, bagaimana setiap orang, baik muda maupun tua bisa melakukan sesuatu yang mulia untuk membantu orang.

Kredit: Kalam Fan Club

Tinggal di Australia, Deyaan dan keluarganya memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di India pada tahun 2016 untuk berlibur.

Liburan keluarga tersebut sempat berjalan dengan baik. Tapi keadaan mereka semakin memburuk pada 22 Januari, bermula dari sikap Deyaan yang mengeluhkan sakit kepala hebat.

Kredit: Kalam Fan Club

Keluarga itu berada di Mumbai saat itu. Mengetahui bahwa putranya mengeluh sakit kepala, orangtuanya segera membawa Deyaan ke Rumah Sakit Nanavati.

Setelah memeriksa kondisinya, para dokter menyimpulkan bahwa anak berusia 7 tahun itu memiliki banyak

Kredit: DNA

gumpalan darah di otaknya. Dokter menyarankan agar segera melakukan pembedahan.

Pada 26 Januari, operasi Deyaan mulai dilakukan di Rumah Sakit Hinduja. Namun, operasinya tidak berjalan dengan mulus. Dokter bahkan memvonis bahwa hidup Deyaan hanya tinggal menghitung hari.

Walaupun akhirnya Deyaan menunggu ajal menjemputnya, Deyaan tak pernah menyerah untuk tetap hidup sambil memberi manfaat kepada orang lain.

Deyaan telah belajar tentang pelajaran donasi organ di sekolahnya. Akibat terpengaruh kata-kata gurunya, Deyaan dan saudara perempuannya telah mendaftarkan diri mereka sebagai pendonor organ tubuh jika mereka tutup usia.

Dia memang tidak bisa sembuh, namun ia mampu menyelamatkan empat nyawa orang lain.

Jantung Deyaan disumbangkan kepada seorang gadis yang mengalami kerusakan jantung stadium akhir, hatinya disumbangkan kepada seorang wanita berusia 31 tahun, ginjalnya disumbangkan kepada dua anak-anak yang berumur 11 tahun dan 15 tahun.

Berkat tindakan mulianya itu, Deyaan dinobatkan sebagai donor jantung dan ginjal termuda di Mumbai.

Hal yang terpuji tentang keseluruhan kejadian ini adalah bahwa seorang anak laki-laki berusia 7 tahun mampu mengambil keputusan mulia, untuk menyumbangkan organ tubuhnya.

Sebuah keputusan yang tidak banyak diambil oleh teman sebayanya. Menyumbangkan organ tubuh kepada orang lain yang membutuhkan adalah perbuatan yang sangat mulia.

Kita bisa memberi orang lain kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, bahkan walaupun kita tidak lagi hidup di dunia. (intan/asr)

Sumber : ntd.tv

 

Share

Video Popular