Berpelukan? Apa Pentingnya? Simak Manfaat Berpelukan dari Riset Ilmiah ini

388
http://apopka-1x1yusplq.stackpathdns.com/wp-content/uploads/2017/01/hugging-family.jpeg

Oleh: Li Xi

Erabaru.net. Orang Barat ketika bertemu saling memeluk atau berciuman di pipi adalah semacam sopan santun.

Orang Asia lebih konservatif, antara orang tua dan anak-anak pun jarang melakukan tindakan memeluk intim seperti itu.

Tanpa sengaja akan membentuk apa yang disebut kesenjangan generasi, antara orang tua dan anak-anak tidak bebas untuk mengungkapkan pikiran/batin.

Pelukan dapat memperpendek jarak antara orang tua dan anak-anak, ketika Anda merasa stres, depresi, galau atau nyeri dan lain-lain.

Cobalah berpelukan dengan keluarga atau sahabat Anda.

Pelukan dapat menyebabkan otak mengeluarkan substansi endorphin, selain itu efek analgesiknya konon 6,5 kali dari morfin!

Penelitian ilmiah menemukan bahwa melalui kontak fisik, pelukan dapat membantu otak untuk melepaskan oksitosin “hormon bahagia” yang memiliki efek terapis terhadap rasa nyeri, demensia dan tekanan darah tinggi.

Pelukan juga dapat mengurangi kortisol sehingga tubuh melepaskan “hormon stres”.

http://everydayfeminism.com/wp-content/uploads/2015/06/Screen-Shot-2015-05-29-at-1.57.05-PM.png

Bila Anda cemas, tegang dan perlu melampiaskan suasana hati, berpelukan merupakan obat yang paling mujarab.

Terapi sentuhan sangat bermanfaat bagi penderita demensia, problem perilaku dan nyeri!

http://apopka-1x1yusplq.stackpathdns.com/wp-content/uploads/2017/01/hugging-family.jpeg

Seorang wanita tua lantaran demensia berperilaku agresif, setelah putrinya melakukan terapi sentuhan, dapat memperbaiki gejalanya.