Erabaru.net. Kasus percobaan penculikan tiga siswi SDN 01 Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat masih menyisakan teka-teki. Atas kejadian ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta masyarakat bergerak cepat agar kasus ini segera terungkap.

Komisioner KPAI bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra meminta mempercepat pengungkapan peristiwa oleh satuan sekolah dan masyarakat sekitar segera melaporkan apapun yang dianggap mencurigakan.

“Bila melihat, mendengar, merasakan hal hal yang kira kira berhubungan dengan peristiwa untuk segera melapor,” ujarnya dalam rilisnya, Rabu (13/9/2017).

Menurut dia, dukungan cepat ini menjadi penting agar pihak kepolisian dapat mengungkap kasus ini. Gerak cepat ini merupakan langkah cepat mencari jejak penculik yang masih membawa dua anak yang disekap dalam mobil.

Berikut 11 point dari KPAI yang harus dilakukan agar tidak terulang kembali :

Pertama sekali Sekolah perlu melakukan pemetaan lingkungan, terutama siswa siswinya yang masih mempunyai kegiatan sepulang sekolah. Agar ada kewaspadaan dan pencegahan. Karena kejadian ini bermula ketika anak anak ingin les setelah sekolah.

Kedua, Orangtua diingatkan untuk memperhatikan dan berkomunikasi dengan anak anaknya. Melalui sekolah, lingkungan anak dan tempat les. Agar tidak lengah dan membangun kewaspadaan.

Ketiga, kekosongan perhatian kepada anak akan menjadi tanggung jawab siapa, terutama pada jam jam rawan sepulang sekolah. Karena biasanya para siswa punya kegiatan ekstra kurikuler atau janjian dengan temannya. Perlu perhatian lebih dari para orang tua. Bahwa dalam perlindungan anak memang butuh gerakan sekampung.

Keempat, mengantisipasi bersama lingkungan dengan menempatkan CCTV di area yang dianggap penting dan rawan. Agar dengan adanya ini dapat membantu bila peristiwa berulang.  Seperti sekitar sekolah.

Kelima, Mengajak masyarakat, anak anak sekolah dan orang sekitar yang mendengar, merasakan dan melihat segera melapor ke Kepolisian. Apalagi mengerti jenis mobil yang dipakai penculik, segala identitas yang bisa mendekatkan Kepolisian seperti jenis mobil, 2 anak dalam mobil ciri cirinya seperti apa, apakah pakai seragam sekolah, apakah pantauan sekitar ada cctv, jarak sekolah dan tempat les atau segala yang dianggap sekitar mencurigakan sebelumnya

Keenam,  Orangtua, sekolah dan masyrakat sekitar dihimbau tidak panik dan menyerahkan kewaspadaan kedepan kepada pihak keamanan dan kepolisian guna melakukan antisipatif dalam beberapa hari ke depan sampai dianggap aman dan ada pemetaan daerah perlindungan anak.

Ketujuh, kejadian penculikan merupakan peristiwa yang diduga terencana, profesional. Merupakan tanda tanda berita yang selama ini kita takutkan akan eksploitasi anak anak dengan motif bisnis dan kejahatan luar biasa benar benar bisa terjadi. Perlu pendalaman motif tesebut dari pihak Kepolisian. Agar menghilangkan ketakutan para orangtua dan sekolah.

Kedelapan, meminta Kemendikbud dan Dinas Pendidikan melengkapi fasilitas sekolah dengan CCTV. Karena telah lama kekerasan disekolah dan sekitar lingkungan terjadi dan membutuhkan alat bantu agar dapat mengungkap peristiwa dengan baik. Agar dapat bersama sama orangtua siswa dan masyarakat melakukan mengurangi dan melakukan pengawasan bersama di sekolah. Dengan terkoneksi kepada pihak pihak yang dianggap penting dan dapat memberi masukan.

Kesembilan, dukungan orang tua siswa dan masyarakat didalam penyelenggaraan perlindungan anak dan peningkatan kualitas pendidikan menjadi penting untuk perhatian bersama. Mendirikan area pelaporan yang terdekat dengan anak dengan melatih dan membudayakan kepada anak melapior kekerasan. Sekolah, tempat ibadah, kantor RT/RW memberi ruang, signage atau papan petunjuk lapor dan petugasnya.

Kesepuluh, kejadian ini mengingatkan Pemerintah untuk terus giat membangun ruang fasilitas ruang ramah anak terbuka, apalagi Propinsi DKI Jakarta sudah mendapat penghargaan Kota Layak Anak, akhirnya harus ditingkatkan. *Bukan justru menghilangkan kebijakan dan anggaran ruang publik terbuka ramah anak (RPTRA).*  Begitu juga anggaran dari Dana Desa harusnya dapat dialokasikan untuk penyelenggaraan perlindungan anak, atas komitmen menempatkan anak disetiap segala dampak kebijakan.

Kesebelas, Komitmen Pemerintah DKI Jakarta dan semua pihak untuk menciptakan Jakarta Kota Layak Anak harus segera diwujudkan. Dengan 31 Indikator Kota Layak Anak yang telah ditetapkan Pemerintah. Agar tidak terjadi lagi operasi penculikan serupa.

Kasus percobaan penculikan ini berdasarkan rekaman video dari pengakuan seorang siswi SDN Tanjung Duren Selatan berinisial PI. Saat itu dia bersama dua temannya S dan SF. Kejadian ini di depan sekolahnya sendiri, Senin (11/9/2017).

Namun bocah ini gagal menjadi korban penculikan dikarenakan berhasil menggigit tangan si pelaku. Bocah siswi SD ini juga menuturkan bahwa sempat melihat dua orang bocah yang disekap dalam mobil si pelaku percobaan penculikan itu. (asr)

Share

Video Popular