“Mereka berhenti membayar gajinya. Kami tidak punya cara untuk membeli makanan atau membayar perawatannya. Saya mulai meminjam uang agar bisa membayar biaya pengobatan putra saya,” kata Shilla pada YourStory.

Menurut Shila, pertama, mereka akan memompa 3 sampai 4 liter udara dari paru-parunya.

Berikutnya, mereka mencoba memompa 7 liter. Pada hari mereka memompa 11 liter udara, dia mengalami infeksi.

“Keesokan harinya dia langsung meninggal. Padahal dia baru berusia 47 tahun,” katanya.

Tak lama kemudian, Shila, bersama cucunya dan menantu perempuannya membuka usaha lilin yang mereka buat sendiri.

Lilin mereka memang cukup laku di pasaran, tapi keuntungan yang mereka dapat membuat mereka memikirkan kembali untuk melanjutkan bisnisnya.

Cucu Shila lalu datang dengan membawa ide menjual makanan ringan.

Namun, anak muda itu tidak pandai menjual produk, sehingga Shila-lah yang harus menanganinya sendiri.

“Saya mengatakan kepadanya agar ia membiarkan saya yang melakukan ini. Orang-orang akan melihat wanita tua yang terlihat tua, renta dan lemah ini kelelahan bekerja keras, sehinggga mereka tidak bisa menolak untuk membeli barang ini dari saya,” katanya.

Pada 2013, ketika sekelompok siswa menyumbangkan uang kepadanya, dia menerimanya dengan hormat namun meminta mereka untuk tidak melakukannya lagi.

Bahkan sekarang dia hanya menerima uang yang didapatnya dari penjualan.

Walaupun tubuhnya tampak lemah seiring bertambahnya usia, dia sering menolak untuk berhenti bekerja.

“Kenapa saya harus berhenti? Saya masih bisa melakukannya,” ujarnya.

YourStory

Pada usianya yang hampir menginjak umur kepala 9, dia merasa dirinya lebih kuat dari sebelumnya untuk mendukung keluarganya secara finansial.

Cucunya juga bekerja serabutan untuk membayar tagihan.

Upaya bersama mereka untuk mencari uang inilah yang mampu membuat keluarga kecil ini tetap bertahan. (intan/rp)

Sumber: www.ntd.tv

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: CERITA KEHIDUPAN STORY

Video Popular